Dirangkul Jokowi, Pengamat LIPI Ibaratkan Gerindra Seperti Pereda Rasa Sakit

  • Whatsapp
Peneliti Senior LIPI Siti Zuhro

INDOPOLITIKA.COM – Beberapa kader parpol pendukung Jokowi-Maruf saat gelaran Pilpres lalu kecewa berat tidak diakomodir dalam susunan kabinet Indonesia Kerja. Padahal mereka sudah berjuang mati-matian memenangkan pasanan tersebut.

Diketahui, ada tiga partai pendukung Jokowi-Ma’ruf yang tidak mendapatkan posisi apapun, yakni Hanura, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Bulan Bintang (PBB). Presiden Jokowi malah memasukkan partai lawannya ketika itu yakni Gerindra.

Baca Juga:

Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai, kekecewaan partai pendukung ini merupakan suatu keniscayaan. “Sebab dengan berada di kekuasaan, akan memberi peluang besar. Apalagi parpol memiliki kepentingan yang kuat dalam pemilu 2024,” katanya saat dihubungi Indopolitika.com, Sabtu (26/10/2019).

Siti menilai, Sebagai pemenang, Presiden Jokowi ingin memperlihatkan sikap politik akomodatif meski keputusannya itu tidak disukai oleh beberapa pihak terutama tiga partai pengusungnya diatas.

Hal itu diakui Siti, sebab Presiden ingin menyatukan polarisasi masyarakat yang sudah terpecah setelah melewati kerasnya kontestasi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu. “Politik harmoni yang dilakukan jokowi tersebut bisa jadi terdorong oleh realitas sosial dalam masyarakat yang sedang mengalami disharmoni,” katanya.

Bahkan menurut Siti, dengan hadirnya Partai Gerindra dalam kabinet Indonesia Maju akan meredam situasi politik agar perpecahan di masyarakat bisa berkurang atau hilang. “Dan ini tampaknya menjadi perhatian Jokowi, harapan dengan menyatunya Prabowo [Gerindra-Red] bisa menjadi pain relief (pereda rasa sakit),” ujarnya.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *