Direktorat Siber Polri Gulung Sindikat Penipuan Online

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA- Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil menangkap dua tersangka sindikat penipuan dan pencurian yang dilakukan secara online dan menggunakan sistem elektronik. Keduanya ditangkap di Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

Modus operandinya, kedua tersangka melakukan top up dan transfer lewat aplikasi KUDO menggunakan virtual account bank pemerintah. Namun saldo yang ada dalam akun KUDO tersangka tidak berkurang atau tidak terpotong.

Baca Juga:

“Jadi seolah-olah proses tersebut gagal tetapi di rekening virtual account yang berkerja sama dengan aplikasi e-commerce tersebut terjadi kewajiban pembayaran yang dilakukan oleh bank tersebut,” ujar Kanit 1 Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Komisaris Ronald Fredy Christian Sipayung, di Kantor Humas Mabes Polri, Selasa (10/9).

Ronald mengatakan kedua pelaku mempelajari tindak kriminal itu secara otodidak. Berdasarkan hasil audit internal bank, Ronald menjelaskan, bank mengalami kerugian sekitar Rp 1,3 miliar.

Dari para tersangka polisi menyita empat unit handphone, seperangkat perhiasan emas, dua buah jam tangan mewah, dua buah laptop, satu unit mobil Toyota Calya. kedua tersangka dijerat pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.Serta pasal 378, 372 dan 362 KUHP, dengan ancaman penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *