Diserang Oleh Berbagai Pihak, Menag Minta Sudahi Polemik Cadar

  • Whatsapp
Menteri Agama, Fachrul Razi.

INDOPOLITIKA.COM – Menteri Agama Fachrul Razi meminta polemik mengenai cadar, celana cingkrang dan berdoa dengan bahasa Indonesia disuahi. Ia mengaku tidak akan menjawab jika ada pertanyaan mengenai hal itu.

“Sudah selesai itu (cadar dan celana cingkrang). Sudah, sudah, selesai,” kata Fachrul saat ditemui Republika setelah mengikuti senam bersama guru madrasah di halaman kantor Kementerian Agama, Jumat (111).

Baca Juga:

Ia pun menegaskan tidak pernah mengeluarkan pernyataan melarang muslimah mengenakan cadar. Ia hanya mengatakan bahwa penggunaan cadar tidak menjadi ukuran keimanan dan ketakwaan seseorang.

“Tentang celana cingkrang, saya gak pernah singgung, gak ada kaitan-kaitannya ngomong di situ,” kata dia berkelit.

Sebelumnya, Menag Fachrul Razi diserang oleh berbagai pihak mengenai pernyataan tersebut.

Anggota DPR RI Fraksi PKB, Yaqut Cholil Qoumas, langsung menentang pernyataan Menteri Fachrul. Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor ini meminta Menteri Fachrul fokus mengurus masalah substansial.

“Lebih baik Menteri Agama ngurusin yang substansial saja deh, urus dulu soal ideologi itu. Nanti kalau memang secara ideologis berkaitan antara radikalisme dan terorisme itu berkaitan dengan cadar, baru lah dibuat peraturan,” kata Yaqut di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10).

Menurut Yaqut, saat ini banyak orang memakai cadar itu dari kalangan moderat cara berpikirnya. “Memakai cadar tetapi bukan radikal. Makanya akan merepotkan, jika ada aturan pelarangan pengguna cadar padahal tidak ada hubungannya dengan radikalisme dan terorisme,” papar Yaqut.

Kemudian dia mengingatkan, niqab atau cadar adalah budaya Arab, bukan Islam. Karena itu, kata dia, sah saja kalau ada budaya Arab seperti pemakaian cadar di Indonesia. “Sah-sah saja kalau ada budaya Arab, seperti juga ada budaya Cina, Jawa dan budaya lainnya. Sebaiknya saling menghargai. Itu lebih penting,” tutur Yaqut.

Agar tak menjadi polemik yang berkepanjangan, Yaqut berpesan sebaiknya Menteri Fachrul mempelajari lebih dalam soal ideologi radikalisme, terorisme. “Saya bukan tidak setuju, tapi Menag pelajari dulu itu, apa itu radikalisme, terorisme. Berhubungan tidak sama cara berpakaian orang? Kalau tidak berhubungan, ngapain sih bikin aturan yang nggak perlu,” tandas Yaqut.

Sementara itu, anggota DPR Fraksi PKS Mardani Ali Sera juga mengaku keberatan dengan wacana Menteri Fachrul dalam wacana larangan penggunaan niqab atau cadar di lingkungan instansi pemerintahan.

“Kalau saya menggarisbawahi, itu ruang privat. Kalau ruang privat itu paling enak jangan terlalu diintervensi oleh negara. Karena negara bagaimanapun mengatur di ruang publik,” kata Mardani di tempat yang sama.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *