Ditangkap Karena Sebar Hoaks Provokatif, Ini Sederet Unggahan Ketua KNPB Merauke

  • Whatsapp
Ilustrasi tangan diborgol. Foto: Net

INDOPOLITIKA.COM – Polisi akhirnya menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Merauke, EKM (38) karena diduga menyebarkan hoaks bernada provokatif dan SARA di akun facebooknya atas nama Manuel Metemko.

Menurut Kepala Satgas Humas Ops Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudussy, penangkapan terhadap EKM menindaklanjuti penyelidikan yang telah dilakukan sebelumnya oleh Satgas Ops Nemangkawi dan adanya LP/A/252/VI/2021/SPKT/Sat Reskrim/Res Merauke/Polda Papua, tanggal 7 Juni 2021.

Berita Lainnya

“Ia ditangkap di rumahnya di kawasan Jalan Perikanan Darat, Kelurahan Kelapa V, Merauke. EKM ditangkap pada Rabu (9/6/2021) pukul 22.35 WIT,” kata Iqbal seperti dilansir dari Antara, Kamis (10/6/2021).

Dalam penangkapan ini, polisi juga mengamankan sebuah telepon seluler merek VIVO warna biru model = Y15 2019, Imei bernomor 35930210112XXXX nomor HP 08134283XXXX. Dari upaya penyelidikan online terhadap media sosial yang dilakukan Satgas Siber Ops Nemangkawi diketahui terdapat lima informasi terkait akun Facebook atas nama Manuel Metemko. Atas perbuatannya, EKM diduga melanggar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Berikut sederet unggahan EMK:

Iqbal mengatakan, ada lima unggahan yang menjadi dasar penangkapan Ketua KNPB-OPM tersebut. Unggahan pertama yakni foto dengan keterangan TPNPB-OPM telah berhasil membakar Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, sekitar pukul 16.50 WIT, Sabtu (5/6).

Unggahan lainnya dibuat pada Jumat (4/6/2021) sekitar pukul 09.43 WIT. EKM menuliskan komentarnya terkait dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang dinilainya telah gagal total.

Otsus gagal total, rakyat menolaknya dan menuntut referendum, ribuan pasukan dikirim, korban jiwa dimana-dimana, Tokoh agama Katolik diteror OTK, issu teroris menggema di tanah Papua. Pertanyaannya, Siapa peternak kejahatan kemanusiaan dan teroris di Indonesia dan Papua?” tulis akun tersebut sebagaimana menjadi barang bukti kepolisian.

Unggahan berikutnya dibuat pada Selasa (1/6) sekitar pukul 21.32 WIT. EKM menuliskan dugaan skenario teror bom yang dilakukan oleh orang terlatih di Merauke pada 2015 lalu. Menurutnya, kala itu tidak ada bom yang benar-benar harus dijinakkan oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri.

Hanya saja, kepolisian membuat panik warga dengan meledakkan beberapa kembang api. Kemudian, turut merusak kantor Sekretariat KNPB dan PRD wilayah Merauke.

Selanjutnya unggahan yang dibuat pada 28 Mei 2021 sekitar pukul 05.57 WIT. EKM menuliskan tunjangan kinerja (Tukin) ASN telah dihilangkan dan menuding bahwa hal tersebut digunakan untuk pembiayaan operasi militer di Papua.

Terakhir, unggahan EKM yang menulis soal pelabelan kelompok kriminal bersenjata (KKB) sebagai teroris pada 4 Mei 2021 sekitar pukul 09.08 WIT. Ia menyertai komentar TPNPB-OPM yang meminta gubernur hingga kepala kampung untuk menanggalkan kenegaraannya dan kembali ke tanah Papua untuk melawan Indonesia.

“Jangan membuat berita hoaks atau tidak benar, memprovokasi masyarakat dengan berita-berita kebencian yang berakibat permusuhan di bumi Papua, masyarakat ingin hidup damai,” jelas Iqbal. [ind]

 

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *