Ditangkap, Mahasiswa Papua Datangi Polda Metro Jaya

  • Whatsapp
Mahasiswa Papua saat mendatangi Polda Metro Jaya

INDOPOLITIKA – Polda Metro Jaya memeriksa dua mahasiswa Papua atas pengibaran Bendera Bintang Kejora di asrama mahasiwa, Depok, Jawa Barat, Jumat (30/8). “Ada dua orang, namanya saya lupa. Pokoknya ada dua di dalam,” kata Kepala Advokasi Lembaga Bantuan Hukum, Nelson Simamora, di Polda Metro Jaya pada Sabtu (31/8).

Nelson mengatakan, penangkapan ini diduga imbas dari pengibaran bendera Bintang Kejora dalam aksi demonstrasi di depan Gedung Istana Merdeka beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

Nelson mengatakan pihaknya masih berusaha untuk bisa masuk ke Polda Metro Jaya agar dapat melakukan advokasi dan pendampingan berita acara pemeriksaan terhadap dua mahasiswa tersebut.

“Kata polisi besok mereka ini baru bisa didampingi, baru bisa ditemui. Sekarang lagi di periksa,” kata Nelson.

Dia menjelaskan, penangkapan atas dua orang mahasiswa Papua itu juga disertai 12 orang mahasiswa Papua lain yang turut ingin mendampingi kerabatnya. “Ada 14 orang, tapi kemudian yang sisanya 12 disuruh keluar,” katanya.

Menurut Nelson, kedatangan 12 mahasiswa itu adalah bentuk solidaritas atas penangkapan dua kerabat mereka. Berawal dari peristiwa Surabaya, Nelson menilai hal itu telah membuat masyarakat Papua gusar. “Kemudian kalau ada apa-apa mereka pada datang. Solidaritas,” katanya.

Polisi sendiri membantah mengenai penangkapan dua mahasiswa Papua tersebut. Dalam pesan berantai itu disebutkan dua mahasiswa Papua ditangkap bernama Charles Kosay dan Dano Tabuni. “Nggak ada,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, ketika dihubungi.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *