Diterima Presiden Jokowi, Juara I MTQ Internasional Mengaku Terharu, Sedih Campur Bahagia

  • Whatsapp
DIterima Presiden Jokowi, Juara I MTQ Internasional Mengaku Terharu, Sedih Campur Bahagia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menerima Syamsuri Firdaus, qari asal Kab. Bima, NTB, yang menjadi meraih juara I tilawah Alquran pada MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) Internasional ke-7 di Istambul, Turki, 20 – 25 Mei lalu, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/2) siang.

Seusai pertemuan dengan Presiden, Syamsuri mengaku mendapat pujian dari Presiden Jokowi. “Suaramua bagus,” kata Syamsuri menirukan pujian Presiden Jokowi terhadap dirinya yang langsung dijawabnya dengan ucapan, “Alhamdulillah, nikmat Allah.”

Baca Juga:

Syamsuri mengaku terharu dalam pertemuan itu, karena usai menyampaikan pujian, Presiden Jokowi juga memeluknya. “Alhamdulillah saya merasa terharu, sedih campur bahagia. Dan memang luar biasa barokah Alquran, alhamdulillah saya bisa bertemu dengan Presiden Erdogan, terlebih-lebih Presiden Indonesia Bapak Jokowi,” ucapnya.

Presiden, lajut Syamsuri, berpesan agar dirinya tetap semangat, sungguh-sungguh tetap meningkatkan prestasinya. Sementara kepada teman-temannya yang ikut MTQ, berjuang dalam mendekatkan diri dengan Alquran dan berinteraksi dengan Al quran, menurut Syamsuri, Presiden berpesan tetap semangat dan berjuang sungguh-sungguh untuk meningkatkan dan mensyiarkan Alquran untuk memotivasi, menginspirasi generasi-generasi penerus bangsa.

Syamsuri tidak mengingkari jika dalam pertemuan itu dirinya mendapatkan hadiah dari Presiden Jokowi. “Ada berupa bingkisan, berupa uang. Alhamdulillah,” ujarnya tanpa mau menyebut besaran uang yang diterimanya.

Presiden Jokowi sendiri, menurut Syamsuri, sudah melihat aksinya saat tampil di salah satu stasiun televise nasional. “Alhamdulillah tadi katanya Pak Jokowi nonton dan merasa terharu, merasa bahagia, merasa senang hatinya,” kata Syamsuri.

Saat ditanya mengenai bagaimana suaranya begitu bagus, Syamsuri mengaku sejak masuk Sekolah Dasar (SD) dirinya sudah mulai belajar, belajar nagham Alquran, makhroj, dan belajar tentang kaidah-kaidah tajwid.

“Alhamdulillah baru di situ saya ikut MTQ dan mulai berlatih setiap hari. Setelah solat, saya berlatih. Dan alhamdulillah setiap kita latihan otomatis suara kita akan semakin berkembang. Kalau saya latihan, ini kan tilawah jadi pakai lagu gitu  ngajinya, jadi paling 10 menit lah. Yang penting kita jangan melewatkan hari-hari kita tanpa latihan,” tutur Syamsuri.

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *