Dituding Kongkalikong dengan Aparat, Begini Kata Pengamat Pertambangan Soal PT Bososi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, PT Bososi Pratama, yang selama ini telah beroperasi di Sulawesi Tenggara dituding berkongkalingkong dengan aparat untuk melanggar hukum.

Menanggapi hal itu, pengamat pertambangan, Basiruddin mengatakan, sebagai putra Sulawesi, ia mengamati betul sepak terjang beberapa perusahaan pertambangan di Sultra. Mana perusahaan pertambangan yang benar dan membantu warga, dan mana yang tidak benar, Basiruddin pun sangat mengetahui betul. Pengamat pertambangan ini menilai, PT Bososi Pratama menggerakkan sektor tambang secara profesional di Sultra.

Berita Lainnya

“Sejauh ini, saya mengamati sepak terjang perusahaan tersebut dan memang kehadiran Bososi di bumi anoa banyak membantu perekonomian masyarakat khususnya di wilayah sekitar area tambang,” tandasnya dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Sabtu (16/5/2020).

Lebih lanjut, Basiruddin menjelaskan, sebagai putra Sulawesi, sepatutnya kita terus mendorong serta memberi penilaian positif terhadap sepak terjang perusahaan ini. “Karena, memang untuk sektor tambang ini, seringkali terjadi persaingan antar pengusaha, bahkan aktivitas perusahaan-perusahaan tambang terkadang menuai sorotan,” cetusnya.

Namun, urai dia, permasalahan ini seharusnya dilihat secara menyeluruh. “Jangan sekedar berasumsi. Sehingga, nantinya, tidak terjadi kesalahpahaman,” tukasnya.

Pria yang juga merupakan mantan aktivis 98 ini pun sangat menyayangkan, ada pihak-pihak yang mendiskreditkan perusahaan ini dan menuding terjadi kongkalikong dengan aparat terkait adanya aktivitas yang dilakukan PT Bososi yang berbenturan dengan aturan pertambangan. “Sebagai anak Sulawesi, saya menyayangkan adanya kemelut ini. Pemberitaan yang menyebutkan PT Bososi melanggar aturan itu tidak benar. Hingga adanya pernyataan yang menurut saya tidak semestinya dikeluarkan,” papar dia.

Dalam kasus ini, profesionalisme kerja telah dijalankan masing-masing pihak. “Tim penyidik dari Mabes Polri yang baru-baru ini melakukan penyidikan, mereka bekerja secara profesional. Apalagi, di masa pandemi covid ini keterbatasan dalam segala hal tidak menjadi penghalang,” ucap Basir.

Ia pun meminta, semua pihak menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik. “Dalam hal ini Kombes Pol. Pipit dan rekan-rekan penyidik dari Mabes Polri. Bila memang terjadi pelanggaran di area tambang, maka silakan diperiksa. Beri mereka kesempatan untuk bekerja melakukan penyidikan.  Sebab, ada tahapan melalui gelar perkara, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Jadi, tidak perlu men-judge apalagi menuding ada persekongkolan. Pada intinya mereka bekerja secara profesional melibatkan aparat setempat,” tandas Basir.

Kata dia, tudingan demi tudingan justru nantinya akan memunculkan permasalahan baru. “Entah itu tudingan berdasar atau hanya sekedar tudingan yang sifatnya bias. Kalau pun ada permasalahan yang dianggap krusial, bagi saya, silahkan berkonsultasi langsung dengan pihak yang berkompeten agar dapat menemukan titik temu dari kesalahpahaman yang terjadi. Saya yakin, akan lebih memudahkan untuk menemukan titik temu dari permasalahan ini,” Basir menegaskan.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini, PT Bososi Pratama aktif melakukan aksi kepedulian terhadap dampak yang dirasakan oleh masyarakat akibat wabah corona. “Artinya bahwa perusahaan ini ikut andil dalam kerja-kerja sosial dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat,” imbuh Basiruddin seraya mengatakan, bantuan sosial kepada warga sekitar itu merupakan bentuk pertanggungjawaban sosial perusahaan PT Bososi Pratama. [ab/rif]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *