Internasional

Dituduh Ingin Bunuh Assad, Donald Trump Tegas Membantah

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dituduh ingin bunuh Presiden Suriah Bashar Al-Assad (Foto: AFP).

Washington: Sebuah buku karya jurnalis Bob Woodward menyebutkan keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, untuk membunuh Presiden Suriah Bashar Al-Assad.
 
Namun Trump kemudian membantah keras tuduhan tersebut. Menurut buku berjudul 'Fear: Trump in the White House' itu keinginan untuk membunuh Assad muncul setelah pasukan Assad menggunakan senjata kepada warga sipil.
 
Menanggapi tuduhan itu, Menteri Pertahanan James Mattis membantah membuat pernyataan tentang Trump seperti yang disampaikan dalam buku Woodward. Meskipun dia tidak membahas langsung terkait klaim membunuh Assad.
 
"Ide tersebut (membunuh Assad) tidak pernah terlintas dengan pihak kalangan pertahanan," bantahan dari Trump, seperti dikutip AFP, Kamis 6 September 2018.
 
Trump kemudian menyebut buku tersebut sebagai sebuah bentuk penipuan terhadap publik.
 
Apa isi buku itu terkait Assad?
 

Dalam buku itu menunjukkan bahwa Trump memerintah Pentagon untuk mengatur pembunuhan terhadap Presiden Assad, usai penggunaan senjata kimia pada April 2017.
 
"Let's [expletive] kill him! Let's go in. Let's kill the [expletive] lot of them," sebut Trump kepada Menhan Mattis, dalam buku karya Bob Woodward ini.
 
Atau dalam Bahasa Indonesia berarti,"Kita bunuh dia! Kita masuk ke dalam negaranya. Mari kita bunuh banyak warga sana (Suriah)".
 
Berdasarkan buku itu juga Menhan Mattis mengakui permintaan dari Trump, tetapi setelah pembicaraan, Mattis mengatakan kepada ajudannya untuk tidak melakukan perintah pembunuhan itu.
 
Para pejabat senior juga dikutip telah menyembunyikan dokumen sensitif dari Trump. Hal tersebut dilakukan agar mencegah Trump menandatangani dokumen itu dan menyebut sosok pengusaha properti itu sebagai 'bodoh' dan 'Pembohong'.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close