Dituding Mau Lemahkan KPK, Politisi PDIP: Ah Mereka Nggak Paham

  • Whatsapp
Anggota DPR Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu

INDOPOLITIKA- Politisi PDIP di DPR RI merespon pernyataan dan kekhawatiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal revisi UU No 30 tahun 2002 tentang KPK. Mereka menilai para pimpinan di lembaga ini tidak paham kontek revisi UU tersebut.

“Ah nggak paham dia (KPK). Jika sudah dirapatkan dengan para pimpinan maka itu menjadi keputusan institusi,” kata anggota Komisi III DPR Masington Pararibu.

Baca Juga:

Menurut Masington, sebenarnya pada 2015 lalu revisi UU KPK sudah dibicarakan antara Komisi III DPR dengan lembaga anti rasuah ini.

Pada saat itu, lanjut Masington, KPK di bawah kepemimpinan Taufiqurrahman Ruki. “Jadi kalau dia (KPK) ngomong gitu, ya harus paham dulu lah. Miris saya melihatnya,” ujar Masington.

Politisi PDIP lainnya Arteria Dahlan mengaku revisi UU KPK No 30 tahun 2002 adalah keinginan KPK waktu itu, bukan dari keinginan DPR.

“Kami ini hanya merespon dari keinginan KPK sendiri,” kata Arteria dalam sebuah diskusi tentang KPK di Jakarta Pusat, Sabtu (7/8/2019).

Arteria mengatakan, Komisi III sebagai mitra kerja KPK selalu berusaha mendukung upaya penguatan KPK dari sisi legislasi. Pihaknya selalu menanyakan bentuk penguatan seperti apa yang dibutuhkan KPK.

Salah satu jawaban dari KPK, adalah revisi UU No 30 tahun 2002. “Jadi bahasa kebutuhan itu datang dari KPK loh,” ujar Ateria.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya tidak pernah dilibatkan dan tidak tahu dengan rencana revisi UU KPK yang dilakukan DPR.

Pihaknya khawatir, revisi tersebut akan melemahkan KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi di Indonesia. (rma)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *