DPO Polda Jatim Tanyakan Soal Papua saat Jokowi Bertemu Sekjen PBB

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Aktivis Veronica Koman yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian oleh Polda Jatim, tiba-tiba muncul dengan pertanyaan terkait penanganan krisis kemanusiaan kepada Presiden Jokowi.

Pertanyaan itu dia sampaikan melalui akun twitternya me-retweet cuitan Jokowi yang diketahui mengabarkan jika dirinya sedang melakukan pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB António Guterres, di Bangkok kemarin.

Baca Juga:

“Bagaimana dengan krisis kemanusiaan di West Papua?” tanya akun, @VeronicaKoman, menyertakan akun twitter Jokowi, dikutip indopolitika.com, Senin, (4/11/2019).

“Sudah 202 orang Nduga meninggal sejak operasi gabungan Desember 2018. Belum lagi puluhan ribu lainnya yang masih mengungsi karena pengerahan aparat besar-besaran,” imbuhnya.

Pernyataan Veronica Koman ini menyinggung sikap Jokowi, yang tidak menyebutkan krisis kemanusiaan di Papua Barat saat bertemu dengan Sekjen PBB di Bangkok. Jokowi hanya membahas krisis kemanusiaan di Myanmar dan Palestina.

“Pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB António Guterres, di Bangkok kemarin. Kami membahas isu krisis kemanusiaan di Rakhine State (Myanmar) dan Palestina, seraya menawarkan kontribusi Indonesia bagi penyelesaian masalah yang tidak mudah itu,” tulis Jokowi.

Terkait isu perlindungan hak asasi manusia (HAM), tidak pernah disinggung Jokoi dalam pidatonya bahkan sejak dilantik, di Gedung MPR/DPR RI, Minggu (20/10/2019). Pidato tersebut langsung ditanggapi berbagai pihak, termasuk YLBHI.

“YLBHI mempertanyakan hilangnya visi negara hukum dan demokrasi, kosongnya semangat penghormatan perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi, tak nampaknya visi anti korupsi, agraria dan lingkungan hidup, serta mandat-mandat lain,” kata Asfinawati dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/10/2019).[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *