DPR Minta Pemerintah Jangan Terburu-buru Menaikkan Iuran BPJS

  • Whatsapp
Anggota DPR Komisi XI fraksi Partai Golkar Muhammad Sarmuji

INDOPOLITIKA – Anggota DPR Komisi XI fraksi Partai Golkar Muhammad Sarmuji meminta pemerintah tak buru-buru menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pemerintah diminta mencari tahu penyebab defisit anggaran BPJS.

“Dihitung dulu penyebabnya defisit anggaran, dicarikan solusinya, jangan buru-buru naik iuran,” kata Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/2).

Baca Juga:

Sarmuji menilai jebolnya anggaran BPJS tidak semata-mata kurangnya iuran peserta. Persoalan lain ialah kecurangan yang dilakukan rumah sakit.

“Salah satunya rumah sakit terlalu memberikan tindakan yang berlebihan dan sebagainya, itu diatasi semua,” tutur dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan dalam rapat gabungan Komisi IX dan XI Dewan Perwakilan Rakyat di kompleks Parlemen.

Alasannya, jika iuran tidak dinaikkan, defisit BPJS Kesehatan berpotensi membengkak dari perkiraan awal Rp 28,35 triliun menjadi Rp 32,84 triliun tahun ini.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *