DPR Setuju Rencana Pembangunan Pusat Daur Ulang Sampah

  • Whatsapp
Ilustrasi Daur Ulang Sampah

Jakarta, Indopolitika – Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam menyayangkan adanya temuan sampah impor yang mengandung plastik digunakan pabrik tahu di Mojokerto untuk proses pembakaran. Padahal, sampah impor ini jika tidak dibakar dengan suhu lebih dari 800 derajat celcius, dapat menyebabkan penyakit kanker. Kedepan, ia sepakat dengan  usulan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membangun pusat daur ulang (recycle) sampah.

“Kami sudah meminta kepada Kementerian LHK, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten, agar menyiapkan tanah,  nanti dorong anggaran APBN masuk disitu untuk menyiapkan pusat recycle sampah, sehingga sampah-sampah itu tidak tercecer di rumah-rumah tangga yang menyebabkan penyakit,” kata Legislator Dapil Jawa Timur, usai mengunjungi PT Pakerin di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (5/7/2019).

Muat Lebih

Ridwan menambahkan, rencana pembangunan pusat recyclsampah sudah menjadi bagian dari tugas pemerintah, kemudian DPR RI akan melakukan pengawasan. Jika dibebankan ke masyarakat, akan membunuh perekonomian rakyat. “Jalan yang terbaik menurut saya adalah pemerintah yang menyiapkan pusat recyclesampah untuk masyarakat kecil yang membuat tahu di Mojokerto. Menurut saya untuk saat ini, itu adalah solusi yang terbaik,” saran Ridwan.

Ia mengatakan, tidak akan menutup atau memberhentikan pengusaha tahu yang menggunakan sampah impor berbahan plastik. Mengingat roda ekonomi masayarakat harus didukung agar terjadi perputaran ekonomi di bawah. Walaupun, ia yakin industri tahu rumahan, ketika melakukan pembakaran suhunya kurang dari 800 derajat celcius. “Bayangkan udara berpolusi mencemari lingkungan, dan itu ada di sentra-sentra industri rumah tangga,” ucap Ridwan.

“Inilah sebabnya mengapa kita meninjau pabrik-pabrik yang mengimpor sampah, karena ini menyangkut masyarakat banyak. Sayangnya masyarakat bawah yang usahanya kecil tidak diberitahu akibatnya jika menggunakan sampah mengandung plastik untuk membakar bahan tahu,” tutup politisi fraksi Partai Golkar itu. (DB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *