DPR Setujui Asumsi Dasar Makro Ekonomi RAPBN 2020

  • Whatsapp
Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri acara di Inews tower, kamis (29/8/2019)

INDOPOLITIKA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menggelar rapat dengan Komisi XI DPR membahas asumsi pertumbuhan ekonomi tahun 2020. Rapat juga diikuti Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam rapat Pembahasan Asumsi Dasar Ekonomi Makro dan Target Pembangunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2020, Kamis (29/08/2019) diperoleh asumsi dasar ekonomi makro tahun 2020 dengan pertumbuhan ekonomi (yoy) sebesar 5,3%, inflasi (yoy) sebesar 3,1%. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat pada level Rp14.400 dan Suku Bunga SPN 3 bulan (yoy) sebesar 5,4%.

Baca Juga:

Sedangkan target pembangunan 2020 dipredikasi dengan tingkat pengangguran sebesar 4,8-5,1%, tingkat kemiskinan berada pada 8,5-9,0%, indeks rasio Gini pada 0,375-0,380, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada level 72,51.

Menkeu memaparkan, pada sisa semester tahun 2019 ini, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga. Pemerintah berharap pada dorongan belanja pemerintah terutama untuk akselerasi belanja modal dan belanja pegawai.

Sri Mulyani mengingatkan Kementerian/Lembaga yang belum membelanjakan APBN-nya secara optimal karena sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi makro pada semester tahun ini.

‚ÄúTotal 2019 dibulatkan satu digit dari 5,08% atau 5,1% itu adalah perkiraan (forecasting). Berarti proyeksi (outlook) masih di kisaran 5,2%. Tapi secara internal, kami lihat berada pada level 5,08%,” kata Menkeu. (rma)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *