DPR Tidak Merekomendasikan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan. Kok Iuran BPJS Naik?

  • Whatsapp
Wakil Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh

INDOPOLITIKA.COM-  Dewan perwakilan Rakyat (DPR) berencana memanggil Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan(BPJS) dalam waktu dekat. Hal itu menyusul adanya kenaikan iuran BPJS tahun depan sebesar dua kali lipat dari iuran sebelumnya.

Wakil Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mengatakan anggota DPR periode 2014-2019 lalu tidak merekomendasikan dan menyepakati iuran BPJS naik. Oleh karena itu, DPR akan memanggil BPJS untuk dimintakan keterangannya.

Baca Juga:

“Sebenarnya bagaimana skema yang mereka diskusikan di internal BPJS, kenaikannya seperti apa, apakah kenaikannya itu sudah bisa menanggulangi yang selama ini kekurangan dananya sangat besar sekali, dan kita juga akan melihat apa sih perbaikan fasilitas dan perbaikan pelayanannya seperti apa,” kata Nihayatul di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Nihayatul sebenarnya tidak menginginkan adanya kenaikan iuran BPJS. Pasalnya masyrakat sangat membutuhkan program pelayanan BPJS ini. Namun,  kata dia, dengan menaikan iuran adalah cara BPJS menutupi devisit maka harus diimbangi dengan perbaikan pelayanan.

“Masyarakat sangat membutuhkan BPJS itu. Kita berharap BPJS ini stabil dan kita berharap periode 2019—2024 ini bisa memberikan solusi yang terbaik untuk pelayanan BPJS ke depannya,” jelas Nihayatul.

Sebelumnya, Pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Presiden atau Perpres nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Perpres yang berisi tentang kenaikan iuran BPJS hingga dua kali llipat itu di tandatangani oleh Presiden Jokowi pada 24 Oktober lalu.  Maka dari itu, kenaikan iuran BPJS akan diberlakukan awal tahun depan.

Untuk diketahui, kenaikan iuran BPJS ini tertuang dalam Pasal 34 Perpres 75/2019. Adapun rincian kenaikannya adalah.

Untuk iuran mandiri kelas III naik dari Rp 25.500 menjadi Rp42.000 setiap bulannya. Untuk kelas II naik dari Rp51 ribu menjadi Rp 110 ribu. Kemudian kelas I  dari Rp 80 ribu menjadi 160 ribu. [pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *