DPRD DKI Pangkas Anggaran Rp 1,2 Miliar untuk Trotoar

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – DPRD DKI Jakarta memastikan akan memangkas anggaran untuk penataan trotoar. Pasalnya, Dinas Bina Marga belum memberikan kajian penataan itu meski masuk dalam kegiatan strategis daerah.

“Kita akan rasionalisasi, kita pangkas. Masa anggaran untuk penataan trotoar sampai Rp1,2 triliun. Kita tunggu mereka (Dinas Bina Marga) paparan kajiannya. Besok kita sediakan waktu khusus untuk trotoar saja,” ujar Sekretaris Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Syarif di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, alokasi anggaran untuk penataan trotoar itu seharusnya dicicil. Terlebih saat ini, Dinas Bina Marga sedang mengalihkan kabel udara dan utilitas lain ke bawah tanah, sehingga trotoar yang sudah bagus digali kembali oleh pemilik utilitas.

“Trotoar yang sudah bagus ini, jangan sampai dibongkar lagi. Bebankan perbaikan trotoar itu kepada pihak yang bongkar trotoar, misal perusahaan listrik, telekomunikasi, atau lainnya. Bukan malah dialokasikan ke APBD. Kita harus selamatkan uang rakyat,” kata Syarif.

Meski demikian, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan kegiatan strategis daerah (KSD) dalam penataan trotoar itu. Menurutnya, kekurangan dalam penataan trotoar bisa dianggarkan lagi pada anggaran perubahan tahun depan.

Sementara, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengungkapkan, penganggaran penataan trotoar sebesar Rp1,2 triliun itu cukup janggal. Sebab, ungkapnya, anggaran sebesar itu masih untuk alokasi lainnya.

“Iya, kebijakan ini menurut kami agak janggal. karena, uang ini cukup besar, ada warga butuh trotoar untuk jalan iya, apakah selebar itu?” ucapnya.

Menurutnya, pembahasan anggaran untuk trotoar itu ditunda sambil menunggu Dinas Bina Marga memaparkan kajian dan masterplan-nya. Dia mengatakan, anggaran untuk penataan trotoar itu cukup besar dan dampak dari penataan itu menyebabkan macet luar biasa.

“Penjelasan menurut kami ini belum pas. Kami minta Senin. Kemarin masih berbicara kenapa sih ini terlalu tinggi, ini macet, warga bicara semenjak ada trotoar dibangun, kota macet luar biasa. Itu yang masih pembahasan. Makanya kita tunda,” tegasnya.

Diakuinya, banyak anggota DPRD menanyakan fungsi trotoar yang sudah diperbaiki seperti apa ke depannya. Saat ini, akunya, banyak kawasan trotoar dijadikan lahan parkir dan pedagang kaki lima. Sedangkan, pejalan kaki tidak terfasilitasi dengan baik.

“Setelah trotoar dibangun, fungsinya apa sih. apakah untuk parkir. Kemarin alasan pejalan kaki supaya lebih nikmat, sepeda, harapan orang make motor mobil tidak gunakan. Sudah siapkan belum agar orang itu tidak menggunakan mobil, trotoar lebar jalan nikmat, kalau busway belum ada, kan perlu dipikirin,” tegasnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *