Dua Kali Kebagian Durian Runtuh, Akhirnya TB Ace Hasan Syadzily Dapat Jackpot

  • Whatsapp
Politisi Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily

INDOPOLITIKA.COM- Maret 2004 TB Ace Hasan Syadzily kecewa karena tidak lolos seleksi dosen PNS di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, padahal seluruh modal hampir semua ia punya. Ia mantan Presiden mahasiswa. Pun sejak tahun 2002 ia telah intensif mengajar di UIN sebagai dosen honorer. Tahun 2004 itu ia juga sudah lolos S2 di UI ditambah rekomendasi kuat dari  Rektor UIN saat itu, Prof Azumardi Azra. Tapi tetap seluruh modal itu tidak membantunya.

Gagalnya jadi dosen PNS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta justru membawa Ace terjun ke dunia politik praktis melalui Partai Golkar. Ketika kepengurusan Golkar di bawah pimpinan Jusuf kalla, saat itu, putra tokoh senior Partai Golkar Ginadjar Kartasasmita, Agus Gumiwang, menempati posisi sebagai Ketua DPP Partai Golkar Bidang hubungan Luar Negeri dan Pertahanan Keamanan, sekaligus ketua Koordinator Wilayah Pemenangan Jawa Barat- Banten-DKI.

Muat Lebih

Agus Gumiwang yang saat itu membutuhkan staf ahli menarik Ace.  Sejak saat itu, Ace mendampingi kemanapun Agus Gumiwang pergi dan memberi masukan, serta membantu tugas-tugasnya sebagai ketua DPP Partai Golkar.

Saat Pilkada Banten digelar pada 2006, Partai Golkar mencalonkan kadernya, Ratu Atut Chosiyyah, sebagai calon gubernur, didampingi HM Masduki sebagai calon wakil Gubernur. Ratu Atut melawan kolega separtai, Irsyad Djuwaeli, tokoh Mathla’ul Anwar.

Dalam pilkada itu, Ratu Atut menang. Sementara Irsyad Djuwaeli, yang kala itu itu merupakan anggota departemen DPP Partai Golkar harus menerima sanksi pemecatan. Berkah bagi Ace. Posisi yang ditinggalkan Irsyad itu ditempati Ace atas rekomendasi Agus Gumiwang. Ace didaulat menjadi PAW, pengurus DPP Partai Golkar bidang keagamaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *