Dua Warga Amerika Positif Terjangkit Virus Corona Usai Pulang dari China

  • Whatsapp
Salah satu jalan yang diblokir polisi untuk membatasi orang yang meninggalkan Wuhan di Provinsi Hubei Tengah China. Kondisinya pada 25 Januari 2020, nampak sepi. (Foto: AFP / Hector RETAMAL)

INDOPOLITIKA.COM – Seorang wanita di Chicago berusia enam puluhan pada Jumat, (24/1/2020) dikonfirmasi sebagai pasien kedua di AS yang terinfeksi virus baru mematikan yang berasal dari China.

Sementara 50 orang lainnya yang diduga terkena virus ini sedang diselidiki. “Saya senang melaporkan dia secara klinis baik-baik saja dan dalam kondisi stabil,” kata Allison Arwady, komisaris Departemen Kesehatan Masyarakat Chicago, mengutip Channel News Asia.

Baca juga:

Diketahui, pasien di Chicago tersebut telah melakukan perjalanan ke Wuhan pada akhir Desember lalu, sebelum kembali ke AS pada 13 Januari. Arwady mengatakan, dia mulai mengalami gejala dan memanggil penyedia layanan kesehatannya, dan kemudian dirawat di rumah sakit dan ditempatkan di ruang isolasi.

“Dia belum menggunakan transportasi umum, tidak menghadiri pertemuan besar dan, dia belum melakukan kontak dekat dengan siapa pun di luar rumahnya sejak kembali dari China,” tambah Arwady.

Sementara Nancy Messonier, pejabat senior di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), mengatakan agensi sejauh ini telah menguji 63 sampel dari pasien di 22 negara bagian AS untuk melihat kasus Novel Coronavirus ini. Hasilnya, sebelas orang yang diambil sampelnya, dinyatakan negatif dan dua orang positif. Saat ini pengujian sedang berlangsung di kantor pusat agensi di Atlanta, Georgia.

AS mengkonfirmasi kasus pertama infeksi awal pekan ini, seorang pria berusia tiga puluhan dari negara bagian Washington yang juga melakukan perjalanan ke Wuhan baru-baru ini juga melaporkan dirinya kepada pihak berwenang setelah mengalami gejala ringan.

“Tak satu pun dari kasus ini terdeteksi oleh petugas bandara yang dimulai pada 17 Januari,” kata pejabat CDC Martin Cetron, seraya mengatakan, kedua pasien tidak memiliki gejala atau demam ketika mereka pertama kali tiba di AS. Virus yang sebelumnya tidak dikenal ini sepertinya harus diwaspadai, karena kemiripannya dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang menewaskan ratusan orang di seluruh Cina dan Hong Kong pada 2002-2003 lalu.[asa]

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *