Dua Warga AS Terkait ISIS Ditangkap di Suriah

  • Whatsapp
Seorang pejuang pro pemerintah Suriah memegang sebuah bendera ISIS di Palmyra, 27 Maret 2016. (Foto: AFP/STRINGER)

Washington: Seorang pria asal Michigan dan satu wanita dari Indiana telah ditangkap di Suriah dan dipulangkan ke Amerika Serikat. Keduanya menghadapi tuduhan terkait keterlibatan mereka dengan kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah.

Dokumen pengadilan menyebutkan bahwa Ibrahim Izzy Musaibli asal Dearborn ditangkap di Suriah oleh pasukan koalisi. Pria 28 tahun itu akan diadili di gedung pengadilan federal di Detroit pada Rabu 25 Juli 2018.

"Dugaan memasok material untuk ISIS yang dituduhkan kepada Musaibli membuat AS berada dalam bahaya, dan juga berpotensi membahayakan nyawa banyak orang tak berdosa," kata John Demers, Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional.

Musaibli dituding memberi pasokan material untuk ISIS dalam bentuk jasa pribadi. Jaksa berkata, dia bergabung dengan ISIS pada April 2015, dan terus mendukung kelompok teror itu sampai akhirnya ditangkap pada Juni lalu.

Matthew Schneider, Jaksa AS di Detroit, mengatakan bahwa Musaibli telah mendukung ISIS untuk jangka waktu lama.

"Selama waktu yang sama, pasukan koalisi yang didukung AS memerangi ISIS di Irak dan Suriah," kata Schneider, seperti dilansir dari NBC News, Rabu 25 Juli 2018.

Penyelidik menuturkan Musaibli adalah pria yang lahir di AS dan dibesarkan di Dearborn. Ia putus sekolah dan membantu keluarganya mengelola toko parfum. 

Anggota keluarga mengatakan kepada Detroit News bahwa ia pindah ke Yaman dan sempat dibujuk seseorang untuk pergi ke Suriah.

Propaganda ISIS

Secara terpisah, Samantha Elhassani asal Indiana dituduh membuat pernyataan palsu kepada Biro Investigasi Federal (FBI). Dia akan menghadapi sidang perdana di gedung pengadilan federal di Hammond dalam waktu dekat.

Dia dipulangkan ke AS bersama empat anaknya yang masih kecil, yang semuanya warga AS. Mereka sekarang dalam perawatan Departemen Layanan Anak Indiana. 

Pihak berwenang mengatakan salah seorang anak, bocah laki-laki berusia sepuluh tahun, sempat muncul dalam video propaganda ISIS.

Penyidik ??mengatakan dia melakukan perjalanan ke Suriah dengan anak-anak dan suaminya, yang tewas saat bertempur dengan ISIS. 

Dalam wawancara dengan BBC dan program PBS "Frontline" pada Maret lalu, Elhassani mengaku ditipu suaminya untuk pergi ke wilayah ISIS.

"Yang pertama saya katakan padanya (saat ada di Suriah) adalah, 'Kamu gila dan aku akan pergi dari sini.' Suami Elhassani membalas, 'Pergilah. Silakan saja, tetapi kamu tidak akan berhasil.'"

Kementerian Pertahanan AS menyebut Musaibli dan Elhassani dipulangkan dengan sebuah pesawat militer AS.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan