Internasional

Dua Wartawan Reuters Dijatuhi Hukuman 7 Tahun Penjara oleh Myanmar

Salah satu wartawan Reuters, Wa Lone. (Foto: AFP)

Yangon: Dua wartawan kantor berita Reuters akhirnya dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Myanmar dengan tuduhan membocorkan rahasia negara.

Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditangkap sejak Desember 2017 lalu. Sebelum mereka ditangkap, Lone dan Soe sempat menyelidiki pembantaian 10 orang Rohingya di Rakhine State.

"Saya percaya pada keadilan dan demokrasi," kata Wa Lone setelah putusan, dikutip dari The Straits Times, Senin 3 September 2018.

Mereka mengaku dijebak oleh polisi. Pasalnya, sebelum ditangkap, mereka diundang ke sebuah restoran di Yangon. 

Hukuman ini dijatuhkan di tengah kritik dunia internasional kepada Myanmar atas permasalahan Rohingya yang tak kunjung rampung serta dugaan pembantaian yang dilakukan militer Myanmar di Rakhine.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menuduh militer Myanmar telah melakukan pembunuhan massal, perkosaan dan pembakaran yang dinilai dapat dikategorikan sebagai "pembersihan etnis."

Myanmar menyangkal sebagian besar tuduhan. Tetapi mengakui telah terjadi pembunuhan 10 pria dan anak laki-laki Rohingya oleh militer dan sekelompok warga lokal di desa Inn Din. 

Hingga saat ini, akses media independen masih sangat dibatasi di Rakhine, meskipun ada beberapa wartawan asing yang diperbolehkan masuk dengan pengawalan ketat dari pemerintah serta militer Myanmar. 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close