INDOPOLITIKA – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengecam keras tindakan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel yang disebut berlangsung di tengah bulan suci Ramadan.

Dalam pernyataannya kepada media, ia menilai serangan tersebut tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga tidak menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan kesucian Ramadan bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Boroujerdi menyampaikan bahwa serangan tersebut, menurut laporan otoritas Iran, telah menyebabkan jatuhnya korban sipil, termasuk anak-anak. Ia menegaskan bahwa tindakan militer di saat umat Islam menjalankan ibadah puasa mencederai rasa keadilan dan memperdalam luka kemanusiaan. Pemerintah Iran, kata dia, memandang peristiwa ini sebagai bentuk agresi yang tidak dapat dibenarkan.

Dalam keterangannya, Dubes Iran juga menyoroti dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkan akibat serangan tersebut, terutama terhadap keluarga korban. Ia menyebut bahwa anak-anak dan warga sipil seharusnya dilindungi dalam kondisi apa pun, termasuk dalam situasi konflik bersenjata. Karena itu, ia meminta perhatian serius masyarakat internasional terhadap penderitaan yang disebut dialami rakyat Iran.

Lebih lanjut, Boroujerdi mengajak komunitas global, termasuk pemerintah di Indonesia, untuk bersikap tegas dalam menegakkan prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum internasional. Ia menekankan pentingnya upaya deeskalasi serta penghormatan terhadap nilai-nilai perdamaian, khususnya di bulan yang dianggap suci dan penuh makna spiritual bagi umat Islam.(red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com