NasionalPolitik

Dubes Palestina Merasa Senang Negaranya Diangkat Dalam Debat Capres

Indopolitika.com Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N. Mehdawi menegaskan pemerintah dan rakyatnya bersikap netral dan  menghormati pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan mengikuti pemilihan 9 Juli mendatang. “Kami akan menghormati pilihan yang dijatuhkan rakyat Indonesia,” katanya kepada kantor berita Antara, Senin, 23 Juni 2014.

Fariz mengatakan pihaknya merasa senang dengan diangkatnya isu Palestina dalam debat yang ketiga pada Ahad malam, 22 Juni 2014. Hal itu, menurut dia, menunjukkan komitmen bangsa Indonesia yang tidak berubah sejak era pemerintahan Presiden Soekarno.

“Namun, kami tidak ingin melihat diri kami sebagai faktor yang memisahkan, melainkan sebagai faktor yang menyatukan,” katanya.

Dalam debat capres putaran ketiga dengan tema politik internasional dan keamanan nasional yang disiarkan sejumlah stasiun TV swasta nasional itu, calon presiden Joko Widodo menyatakan dukungannya pada kemerdekaan Palestina dan keanggotaan negara berdaulat Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menurut Dubes Fariz, pemerintah dan rakyat Palestina mensyukuri dukungan kuat pemerintah, parlemen, partai-partai politik, dan organisasi-organisasi kemasyarakatan, media massa serta kalangan mahasiswa dan aktivis lembaga swadaya masyarakat di Indonesia selama ini.

Dalam konteks bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina, berbagai pihak di Indonesia senantiasa mengulurkan tangan mereka. “Termasuk Partai Gerindra, yang mengusung Prabowo sebagai calon presiden, pernah memberikan donasi Rp 500 juta ketika Israel menginvasi Gaza beberapa waktu lalu,” katanya.

Di mata Fariz, dukungan dan komitmen Indonesia pada Palestina yang merdeka dan berdaulat itu tidak pernah berubah dan senantiasa kuat sejak era  Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Semua mendukung kemerdekaan Palestina. Saya berharap kebijakan ini tidak berubah. Kami pun tidak ingin isu Palestina ini menjadi isu kontroversial,” katanya.

Dalam konteks perjuangan kemerdekaan Palestina, masyarakat internasional yang mendukung Palestina  tidak hanya datang dari kalangan muslim tetapi juga kristiani dan pemeluk agama-agama dan kepercayaan yang lain. “Masalah Palestina ini juga menyangkut isu keadilan,” ujar dia. (tmp/ind)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close