Dugaan Korupsi Banpol, PSI Surabaya Dilaporkan Kader Sendiri ke Polda Jatim

  • Whatsapp
Dino Wijaya dan kuasa hukumnya, Feldo Keppy Foto: Amir Baihaqi/detikcom

INDOPOLITIKA.COM – Salah seorang kader PSI Dino Wjaya kembali akan melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan politik (banpol) DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabayake Polda Jatim. Sebelumnya, ia juga melaporkan dugaan memalsukan tanda tangan dirinya oleh DPD PSI demi mencairkan bantuan dana.

“Kami juga akan melapor ada dugaan korupsi. Makanya dalam waktu dekat ini kami akan melaporkan ke Tipidkor Polda Jatim juga,” ujar Feldo Keppy, pengacara Dino Wijaya mengutip detikcom, Selasa, (14/9/2021).

Berita Lainnya

“Pelapornya masih sama Pak Dino, klien kami yang sekarang masih kader PSI menjabat Ketua DPC PSI Sambikerep, tetapi dapat ancaman untuk dipecat,” imbuh Feldo.

Menurut Feldo, dugaan korupsi yang dimaksud adalah pencairan dana bantuan politik (banpol). Ia menyebut dugaan korupsi itu masih satu rangkaian dengan pemalsuan tanda tangan yang sudah dilaporkan.

“Terkait banpol. Diduga ada korupsinya dalam pencairan dan penggunaan oleh DPD PSI Surabaya,” terang Feldo.

“Masih satu rangkaian di kasus pemalsuan tanda tangan. Kan di kasus itu ada titik terang yang ada dugaan korupsi pencairan dana banpol. Jadi kalau berapa yang dikorupsi kami tidak tahu,” jelas Feldo.

Sementara itu, Ketua DPD PSI Surabaya Yusuf Lakaseng mengaku justru tidak tahu menahu terkait pemalsuan tanda tangan yang dilaporkan. Yusuf menyebut laporan itu mengada-ada. Meski begitu, ia akan menanyakannya ke pengurus lainnya.

“Waduh saya gak tahu peristiwanya kapan, di mana. Saya pelajari dulu. Saya masih kabur ini. Siapa yang memalsukan. Siapa yang dipalsukan. Saya sama sekali tidak tahu. Saya kaget karena baru tahu ini,” ujar Yusuf, Kamis (12/8/2021) lalu.

“Itu mengada-ngada dan cari masalah aja. Saya tanya dulu. Kan yang tahu itu bendahara yang menanganinya. Lagian itu kegiatannya di zaman Bro Josiah ya. Dan saya kan gak tahu,” kata Yusuf.

Yusuf juga mengaku heran, sebab pelapor dalam hal ini mengaku sebagai kader partai. Karena menurutnya, jika memang kader partai seharusnya jika ada masalah bisa diselesaikan secara baik-baik.

“Ya, gak pantes lah. Mereka seharusnya sebagai kader PSI seharusnya tanya dong. Kan bisa diselesaikan baik-baik. Oh ini saya gak ikut kan bisa diklarifikasi. Kali aja ada kekeliruan. Sekali lagi itu mengada-ada dan motifnya politik mungkin ya,” tandas Yusuf. [asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *