Dugaan Korupsi Jiwasraya, Kejagung Sita 1.400 Sertifikat Tanah Milik Tersangka

  • Whatsapp
Jaksa Agung, ST Burhanuddin.

INDOPOLITIKA.COM – Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyebut telah menyita sebanyak 1.400 sertifikat tanah yang dimiliki oleh lima tersangka kasus korupsi PT. Asuransi Jiwasraya. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada jual beli atau aktivitas usaha di tanah tersebut.

Jaksa juga menyebut 1.400 sertifikat itu sedang direkapitulasi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dan berpotensi bertambah.

Muat Lebih

“Masih direkap-rekap. Banyak sekali bayangin aja sertifikat aja ada 1.400 (bidang tanah) bayangin aja. Sertifikat tanah,” kata Burhanuddin di Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan agung, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Burhan menuturkan, dalam perhitungan aset-aset tersebut pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPN, PPATK dan OJK. “Yang pasti begini ini kan baru, baru mulai kemarin komunikasi,” tambah pria berkumis ini.

Sementara, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah mengatakan, penyitaan sertifikat tanah itu juga untuk mendeteksi adakah uang negara disitu. Selain itu pihaknya juga akan berusaha membantu pemerintah untuk me-recovery asset.

“Juga penyitaan terhadap beberapa aset, jalan terus ini. Dan kita akan mengincar pengembalian,” kata Febrie.

Karenanya, dalam seluruh agenda pemeriksaan hingga detik ini, Pihaknya masih terus mengumpulkan bukti-bukti yang kuat sebelum melangkah pada tahapan hukum selanjutnya.

“Yang pertama untuk kesempurnaan pemeriksaam dan pembuktian kita kuatkan, ada tahapan-tahapannya. Baik pemeriksaan saksi, penggeledahan, kemudian alat bukti lain yang kita kumpulkan. Penutup nanti akan kita periksa ahli yg kita anggap kompeten untuk memperkuat dakwaan,” pungkas Febri.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menjelaskan telah melakukan pemblokiran terhadap rekening efek dan rekening bank kustodian milik para tersangka. Selain itu, terdapat pula aset berupa 156 bidang tanah yang diketahui milik Komisaris PT. Hanson Internasional, Benny Tjokrosaputro telah diblokir oleh tim penyidik.

Selain aset tidak bergerak, Tim penyidik sudah menggeledah dan menyita kendaraan milik para tersangka sejak pekan lalu.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *