Duh, BPJS Kesehatan Samakan Orang Gangguan Jiwa dengan Joker

  • Whatsapp
Unggahan BPJS Kesehatan

INDOPOLITIKA.COM – BPJS Kesehatan membuat ulah. Di akun media sosialnya mengaitkan orang gangguan jiwa dengan karakter fiktif Joker yang filmnya sedang naik daun.

Sontak, unggahan BPJS Kesehatan membuat Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) geram. YLBHI dan beberapa organisasi serta komunitas peduli kesehatan jiwa akhirnya melayangkan somasi terbuka ke Dirut BPJS Kesehatan.

Muat Lebih

Ada beberapa organisasi dan komunitas yang ikut melayangkan somasi itu, di antaranya Sehat Jiwa Indonesia (SEJIWA), Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS), Bipolar Care Indonesia (BCI), dan Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS). Surat tersebut ditembuskan kepada Dewan Pengawas BPJS Kesehatan RI, Kementerian Kesehatan RI, dan Kementerian Sosial RI.

YLBHI dkk menilai BPJS Kesehatan menganggap ODGJ berpotensi menjadi pelaku tindak pidana atau kriminal yang dalam posting-an itu digambarkan melalui Joker. Padahal, menurut YLBHI dkk, dalam UU tidak ada yang menyatakan ODGJ serta-merta adalah seorang kriminal atau dapat menjurus ke perilaku kriminal.

“Bahwa berdasarkan hal tersebut di atas, Direktur Utama BPJS dan Jajarannya telah melakukan perbuatan melawan hukum karena telah menimbulkan kerugian secara materiil dan imateriel kepada para ODGJ/PDM, dan telah secara sadar melakukan stigmatisasi dan diskriminasi yang dilarang dalam Konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang ada,” berdasarkan somasi yang tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas mengatakan, sebenarnya pihaknya tidak berniat untuk melecehkan, hanya ingin menunjukkan keseriusan memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan jiwa.

“BPJS Kesehatan berupaya mengedukasi masyarakat bahwa program JKN-KIS ini serius memberikan jaminan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat terkait medis, termasuk penyakit yang berkaitan dengan kejiwaan. Sebagaimana Permenkes 52 Tahun 2016,” ujar Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas ketika dimintai konfirmasi, Kamis (10/10).

Iqbal menyebut saat ini posting-an tersebut sudah dihapus. Dia mengatakan akan meminta maaf dengan masyarakat dan pihak terkait yang tidak nyaman dengan posting-an itu.

“Jika maksud dan tujuan kami ternyata menimbulkan tafsir yang berbeda tentu kami harus memperbaikinya. Termasuk meminta maaf kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman atas konten posting-an media sosial kami,” ucapnya.

“Kami telah menghapus posting-an dimaksud dan tetap berupaya senantiasa melakukan perbaikan membangun komunikasi publik yang mudah diterima awam dan menjelaskan dengan terang benderang maksud konten itu dibuat dan disebarluaskan,” lanjut Iqbal.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *