Duh, Dua Bendungan Ciawi Proyek Jokowi Ternyata Belum Sentuh 50 Persen

  • Whatsapp
Proyek Bendungan Ciawi

INDOPOLITIKA.COM – Apa kabar proyek stategis nasional Bendung Ciawi (Cipayung) dan Bendung Sukamahi di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor? Sudah memasuki tahun keempat sejak mulai dibangun pada Desember 2016, progres pembangunan dua waduk itu belum mencapai 50 persen.

Hingga 20 Januari 2020, pembangunan Bendung Ciawi, Kecamatan Megamendung itu, progres pembangunannya baru mencapai 44,97 persen. Meskipun, realisasi itu disebut surplus 5,20 persen dari target 39,77 persen.

Baca juga:

Pembangunan bendung menghabiskan dana Rp798,7 miliar ini, memiliki daya tampung 6,05 juta meter kubik air dan debit banjir 111,75 meter kubik per detik. Pembangunan ditarget rampung pada akhir 2020 atau paling lambat sesuai akhir kontrak yakni Mei 2021.

Sementara progres pembangunan Bendung Sukamahi, baru mencapai 37,00 persen namun memiliki daya tampung lebih kecil, yakni 1,68 juta meter kubuk dan debit banjir 15,47 meter kubik per detik dan menelan biaya Rp453,66 miliar. Sementara kontrak pembangunan berakhir pada Februari 2021.

“Tapi kita targetkan selesai dua bendungan ini pada akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021,” kata Kepala Pusat Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Ni Made Sumiarsih, saat menerima kunjungan Komisi V DPR RI di lokasi proyek Bendung Ciawi, Jumat (24/1/2020).

Dia menjelaskan, salah satu masalah yang masih dihadapi adalah pembebasan lahan. Namun dia memastikan pembebasan lahan di kedua bendung ini telah melewati angka 90 persen.

Hingga kini, untuk Bendung Ciawi, dari luas lahan 78,35 hektare dan terdiri dari 935 bidang, baru 66,10 hektare dari 862 bidang yang dibebaskan atau 92,19 persen.

Sementara untuk Bendung Sukamahi, dari 46,93 hektare lahan yang dibutuhkan yang terdiri dari 640 bidang, telah dibebaskan seluah 39,04 hektare dari 578 bidang tanah atau 90,31 persen.

“Lahan masih jadi kendala karena masih ada yang harus konsinyasi dulu. Sejak awal pun pembebasan lahan yang jadi kendala selain faktor cuaca,” katanya.[ab]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *