Duh…Sekolah yang Dibakar Saat Kerusuhan Delhi Disegel, Pemiliknya Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
Salah satu sekolah yang menjadi sasaran amukan massa saat kerusuhan New Delhi, kini disegel. Foto/hindustantimes.com)

INDOPOLITIKA.COM –  Polisi Delhi telah menyegel sebuah sekolah swasta yang dibakar dalam kekerasan komunal di utara-timur Delhi dan menangkap pemiliknya sehubungan dengan kerusuhan di daerah itu, beberapa waktu lalu. Pada 24 Februari, para perusuh menerobos masuk ke gedung Sekolah Menengah Umum Rajdhani, Shiv Vihar, dan membakar beberapa ruang kelas dan properti dirusak.

Kepala sekolah Sadaf Faisal mengatakan sebuah tim dari unit kejahatan kepolisian Delhi menyegel sekolah tersebut pada Jumat, (6/3/2020) malam. “Dua pejabat dari unit kejahatan mengunjungi sekolah kami tanpa pemberitahuan sebelumnya pada Jumat malam dan menyegel 16 ruang kelas dan gerbang utama. Kami bahkan belum diberi tahu atas dasar apa mereka menyegel sekolah,” katanya seperti diberitakan laman hindustantimes.com.

Bacaan Lainnya

Faisal mengatakan bahwa unit kejahatan polisi Delhi juga menangkap suaminya dan pemilik sekolah, Faisal Farooq, pada Sabtu (7/3/2020) malam. “Kami tidak tahu mengapa kami dihukum? Suami saya dan saya sudah bekerja di bidang pendidikan sepanjang hidup kami. Kami tidak tahu mengapa polisi mencoba memfitnah kami dengan menghubungkan nama suami saya dengan kekerasan,” katanya.

Pada Senin (9/3/2020) pihak pengadilan Delhi, menantang penyegelan dan penahanan pemiliknya. Shams Khwaja, pengacara yang mewakili sekolah, mengatakan, “Pengadilan telah meminta penjelasan dari polisi Delhi tentang mengapa mereka menyegel sekolah. Kami juga menantang penangkapan ilegal terhadap pemilik sekolah,” jelasnya.

Seorang perwira polisi senior mengetahui kasus ini. “Kami telah menangkap pemilik Sekolah Umum Rajdhani, Shiv Vihar, dan sedang menyelidiki perannya dalam kerusuhan,” katanya.

Penyegelan sekolah tersebut memicu kepanikan di kalangan siswa dan orang tua murid. Sekolah tersebut akan memulai kembali ujian tahunan untuk kelas 6 hingga 9 dan 11 mulai hari Rabu, (11/3/2020). Ujian sebelumnya ditangguhkan karena kekerasan di beberapa bagian utara-timur Delhi.

“Sangat mengejutkan mengetahui bahwa sekolah putri kami telah disegel oleh polisi. Dia belum keluar dari trauma sekolahnya dihancurkan oleh perusuh, dan sekarang polisi telah menyegel sekolah. Kami benar-benar khawatir tentang ujiannya yang dijadwalkan berlangsung mulai hari Rabu,” kata Vaishnavi, ibu dari siswa kelas 6.

Walimurid lainnya, Saima, ibu dari siswa kelas 11, berkata, “Kami tidak tahu apa yang akan kami lakukan jika sekolah ditutup di tengah sesi? Kami hanya berharap pemerintah membantu kami dan menyelamatkan masa depan anak-anak kami,” imbuhnya.

Pihak berwenang sekolah mengatakan keputusan untuk menyegel tempat pendidikan itu akan berdampak buruk pada sekitar 1.400 siswa dan 55 anggota staf.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *