Duka Mengiringi Kepergian Komentator Tinju Mohammad Ridwan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kabar duka menyelimuti keluarga dan kerabat dari komentator tinju Mohammad Ridwan yang telah berpulang pada Kamis, 17 Juni 2021 malam WIB di RS Universitas Indonesia, Depok. Almarhum dinyatakan meninggal setelah terpapar Covid-19 selama sepuluh hari terakhir.

Di tengah kesedihan yang dirasakan oleh orang-orang yang ditinggalkan, mungkin kenyataan bahwa mendiang berpulang karena Covid-19 cukup untuk menjadi pelipur lara. Karena merujuk salah satu hadits Rasulullah SAW, mendiang merupakan salah satu yang beruntung dan bisa disebut ‘mati syahid’ karena meninggal dunia akibat terserang wabah.

Berita Lainnya

Semasa hidupnya, almarhun kerap menghiasi layar kaca RCTI dan stasiun televisi milik MNC Group lainnya. Pecinta olahraga tinju mungkin tidak asing melihat wajahnya yang khas dengan janggut tipis tanpa kumis. Setelah sekian lama menjalani profesi sebagai reporter olahraga, banyak rekan-rekan media yang bersedih atas kepergiannya.

Selain itu, menurut pengakuan warga setempat di mana almarhum tinggal, Ridwan dikenal sebagai pribadi yang taat beribadah. Beliau disebut tidak pernah absen dari shalat berjamaah shubuh di masjid dan hanya akan pulang ke rumahnya ketika matahari sudah mulai terbit.

Almarhum pergi meninggalkan seorang istri dengan tiga orang anak. Pria kelahiran Sukabumi, Januari 1972 itu dianugerahi anak pertama seorang laki-laki yang sudah beranjak dewasa lalu anak kedua perempuan dan terkahir anak bungsunya laki-laki. Kepergiannya tentu menjadi duka bagi mereka. Tetapi kebaikan sang ayah akan selalu diingat oleh orang di sekitarnya dan tidak akan rela melihat keluarga dari mendiang Ridwan berada dalam kesulitan.

Bahkan, penulis bersaksi ketika jenazah almarhum hendak dikebumikan, langit Depok di Jumat (18/6) siang pun turut menunjukkan kesedihannya. Langit Depok sejuk mengantarkan jenazahnya dari RS UI ke pemakaman di Pasir Putih, Depok. Hujan sempat turun lebat untuk beberapa saat, tapi ketika jenazah tiba dengan mobil ambulans, hujan berhenti hingga proses pemakaman selesai dan kembali hujan setelah semuanya selesai.

Begitulah gambaran ketika orang sholeh dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Doa terbaik untuk almarhum Ridwan dan semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan dan bisa meneruskan kebaikan-kebaikan yang ditanamkan oleh almarhum selama hidupnya. [dbm]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *