Pemerintahan

Dukung Asian Games, Perkalin Kibarkan Layang-Layang di Perbatasan

JAKARTA – Asian Games 2018 tinggal menghitung hari. Perkumpulan Layang Layang Indonesia (Perkalin) meminta kesediaan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko untuk hadir pada ‘6th Annual Nusantara International Kite Festival’ 28-29 Juli 2018 di Yogyakarta. Pada festival itu, nantinya akan diterbangkan layang-layang dengan nama-nama peserta Asian Games.

Pembicaraan hangat berlangsung saat Kepala Staf Kepresidenan menerima pengurus Perkalin di Ruang Rapat Utama, Bina Graha, Jakarta, Jum’at, 13 Juli 2018.

Dewan Penasehat Perkumpulan Pekarya Layang Layang Indonesia (Perkalin) Herjuno Sukotjo Adi membuka acara dengan menyampaikan informasi yang sangat membanggakan. Ia mengatakan, berdasarkan catatan dunia, Indonesia adalah pembuat layang-layang tertua.

Menanggapi hal tersebut, Moeldoko langsung menyambut dengan penuh antusias. “Perlu ditunjukkan pada dunia bahwa asal muasal layang-layang dari Indonesia,” tegasnya.

Perkalin merupakan organisasi yang memiliki dewan pengurus pusat dan berkedudukan di Yogyakarta. Perkalin melakukan beberapa kegiatan seperti menata agenda nasional atau internasional layang-layang Indonesia agar tersosialisasi dan mudah terakses oleh pecinta layang-layang. Selain itu, Perkalin juga mengelola hasil karya pecinta layang-layang untuk dikirimkan dan dijual hingga ke Eropa.

Perkalin juga yang jadi tim di balik suksesnya Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri India Narendra Modi bermain layangan bersama di Monumen Nasional, yang dilakukan setelah keduanya melakukan pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, 30 Mei 2018.

layangmo1Delapan Titik Perbatasan

Audiensi Perkalin hari ini juga bertujuan untuk mengundang Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko untuk hadir di festival layang layang internasional yang akan berlangsung di Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, Indonesia, akhir bulan ini.

Selanjutnya, pada 8 Agustus 2018, Perkalin juga akan menerbangkan layang-layang di 8 titik perbatasan di Indonesia. “Kegiatan ini juga untuk menyemarakkan Asian Games,” kata Herjuno.

Menanggapi rencana besar itu, Kepala Staf Kepresidenan langsung menimpali, “Kita ikut meramaikan.”

Herjuno menjelaskan, ada dua jenis layang-layang yang akan diterbangkan dalam festival itu, yakni layang-layang merah putih dan layang-layang bergambar peserta Asian Games.

Pada festival layang-layang tersebut, akan diterbangkan layang-layang bertuliskan saya cinta Indonesia. Setiap anak nantinya akan diperbolehkan menulis layang-layang dengan nama dan cita-cita yang diinginkannya sebelum diterbangkan.

layang2Tak lupa, di bagian bawah layang-layang bertuliskan tagline ‘Cinta di Langit Damai di Bumi’. Tagline ini bermakna bahwa jika ada cinta yang bergaung di langit melalui layang-layang, maka akan tercipta kedamaian di bumi.

Lebih dari itu, pentingnya melakukan pengibaran layang-layang di daerah perbatasan juga sebagai upaya menjaga potensi kewilayahan agar menjadi kekuatan tersendiri bagi Indonesia. Dalam hal penguatan kewilayahan, mantan Wagub Akademi Militer Mayor Jenderal TNI Sumedi turut hadir dan menjelaskan bahwa selama ini pihak TNI selalu mendukung kegiatan Perkalin dalam hal pembinaan penerbangan layang-layang di darat, udara, dan daerah pantai.

Moeldoko menyambut kedatangan Perkalin dengan hangat. Panglima 2013-2015 ini mengingatkan perlunya keterlibatan dan sinergitas dengan TNI Angkatan Udara, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menambah nilai kegiatan Perkalin.

“Seiring berkembangnya teknologi, perlu ada pengembangan distribusi penjualan layang-layang melalui elektronik atau e-commerce. Ini nanti tidak hanya akan berdampak pada kesuksesan Perkalin, tapi lebih jauh ke pelestarian layang-layang dan perekonomian negara,” paparnya.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close