Dukung Pembelajaran Tatap Muka, Wabup Cilacap Minta Orangtua Jujur Kondisi Kesehatan Anak

  • Whatsapp
Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyatakan akan terus berbenah dalam kesiapannya melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman mengungkapkan, jajarannya sudah secara bertahap mengatur agar seluruh sekolah di wilayahnya membekali diri dengan prosedur kesehatan yang ketat.

Berita Lainnya

“Secara fisik, sekolah-sekolah di Kabupaten Cilacap sudah menyiapkan semuanya, dari tempat cuci tangan, pendeteksi suhu, kebersihan, sampai aturan agar siswa tidak jajan di warung,” kata Syamsul dalam webinar yang diselenggarakan oleh Forum Musyawarah Indonesia, Kamis (7/10/2021).

Syamsul menyebut, hampir semua orangtua di Cilacap mendukung dilaksanakannya PTM. Berkaca dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah dilakukan hampir dua tahun kemarin, pada umumnya orangtua merasa banyak hal negatif yang dialami pada anak-anak mereka.

Hasil evaluasi yang dilakukan pemkab, rata-rata dilaporkan bahwa anak justru lebih banyak menghabiskan waktu bermain game online dibanding belajar.

“Kuota yang diberikan pemerintah untuk bantuan justru bukan habis untuk menunjang kemandirian belajar. Masalah ini ditambah tidak semua orangtua adalah golongan mampu, sehingga banyak anak tidak bisa melanjutkan pembelajaran daring,” kata Syamsul.

Dalam hal itu, Pemkab Cilacap pun sudah berupaya memberi dukungan dengan memasang wifi di lingkup balai desa, agar bisa dimanfaatkan siswa yang tinggal di sekitarnya. Kebijakan ini sudah dijalankan terutama untuk menjangkau siswa yang berada di wilayah pegunungan. Namun, akibat banyak kendala, tidak semua murid bisa dijangkau kebijakan ini.

Terkait kesiapan menjalankan PTM, Syamsul memastikan mayoritas sekolah di Cilacap sudah mampu memenuhi protokol kesehatan. Hal itu didasarkan pada pelaksanaan uji coba PTM dengan kapasitas ruang maksimal 50 persen yang sudah dilakukan di Cilacap. Dari hasil evaluasi, PTM terbatas itu berjalan lancar sesuai kaidah kesehatan.

Namun, ia tak menampik bahwa ada situasi yang berada di luar kontrol sekolah maupun pemkab. Seperti yang terjadi pada 72 orang siswa SMAN 2 Cilacap, yang terindikasi positif COVID-19 belum lama ini.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Satgas COVID-19 Kabupaten Cilacap, diketahui bahwa mayoritas mereka bukan terpapar dari sekolah. Para siswa terpapar sebelum PTM dilangsungkan. Mereka memiliki riwayat kontak dengan orang tanpa gejala di lingkungannya. Adapun para siswa yang positif COVID-19 ini diketahui belum mendapatkan vaksin.

“Kejadian di SMAN 2 menjadi pembelajaran penting. Untuk itu pemkab terus mengejar target vaksinasi. Kemarin Forkopimda [Forum Koordinasi Pimpinan Daerah] Kabupaten Cilacap bahkan sudah ke Jakarta untuk meminta vaksin, dengan harapan bisa mendapat vaksin untuk disuntikkan ke pelajar Cilacap,” ujar Syamsul.

Di luar itu, Syamsul berharap agar ke depannya upaya menyelenggarakan PTM menjadi perhatian semua pihak. Menurutnya, seluruh perhatian itu mesti diuntukkan demi menjaga keselamatan siswa dalam melaksanakan PTM.

“Harus ada kesadaran semua pihak, utamanya adalah kejujuran orangtua atas kondisi kesehatan anak. Jangan sampai karena merasa tidak mau lagi repot mendampingi anak saat belajar daring, orangtua lantas mendorong anak untuk ke sekolah dalam kondisi yang kurang fit,” kata Syamsul.

Untuk itu, Syamsul menyarankan agar orangtua dapat intens berkomunikasi dengan pihak sekolah. Yang paling penting adalah orangtua harus jeli menilai kondisi kesehatan anaknya. Jika kemudian anak tidak memungkinkan untuk mengikuti PTM, orangtua perlu berkomunikasi dengan pihak sekolah.

Begitupun sebaliknya, sekolah juga harus terus memastikan bahwa PTM dijalankan sesuai protokol. Misalnya, kata Syamsul, pihak sekolah bisa mengirim foto-foto kepada orangtua terkait pembelajaran yang sedang berlangsung yang sedang diikuti anak. [rif]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *