Dukungan Tjahjo ke Pimpinan KPK yang Tak Hadiri Pemanggilan Komnas HAM Bertentangan dengan Keinginan Publik

  • Whatsapp
Prof Azyumardi Azra, (Foto: Twitter @AzraAzyumardi).

INDOPOLITIKA.COM – Sikap Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo yang mendukung ketidakhadiran pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat dipanggil oleh Komisi Nasional Perlindungan Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dinilai tidak selaras dengan keinginan publik.

Hal itu diutarakan oleh Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN), Azyumardi Azra. Menurut Azra, Tjahjo juga secara implisit tidak mendukung keinginan publik untuk adanya KPK yang kredibel, adil dan kuat dalam pemberantasan korupsi.

Berita Lainnya

“Saya kira sikap Menpan-RB itu tidak selaras dengan keinginan publik agar dugaan pelanggaran HAM dalam TWK KPK dapat diselesaikan,” kata Azyumardi dikutip dari Kompas.com, Rabu (9/6/2021).

Sementara terkait ketidakhadiran pimpinan KPK dalam saat dipanggil oleh Komnas HAM, Azyumardi menilainya sebagai sikap defensif.

“Sikap pimpinan KPK itu mencerminkan sikap defensif dan ketiadaan political will. Harusnya pimpinan KPK sedia dialog dengan Komnas HAM dan LSM-LSM lain untuk memperbaiki KPK,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Tjahjo Kumolo mendukung keputusan pimpinan KPK tak menghadiri panggilan Komnas HAM terkait adanya laporan dugaan pelanggaran HAM dalam TWK sebagai bagian dari alih status pegawai KPK menjadi ASN.

Menurut Tjahjo, tidak ada kaitan antara penyelenggaraan TWK dengan pelanggaran hak asasi manusia. “Kami juga mendukung KPK misalnya yang tidak mau hadir di Komnas HAM. Apa urusan (tes) kewarganegaraan itu (dengan) urusan pelanggaran HAM?” kata Tjahjo. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *