Internasional

Dunia Kutuk Serangan Maut di Parade Militer Iran

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: AFP)

Teheran: Sejumlah pemimpin dunia dan tokoh senior mengutuk serangan teroris di sebuah parade militer di kota Ahvaz, Iran, Sabtu kemarin. Serangan itu menewaskan 29 orang dan melukai puluhan lainnya.

Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi pemimpin pertama yang mengucapkan duka cita kepada Iran. Ia mengatakan Moskow siap meningkatkan upaya kerja sama dalam perang melawan terorisme.

"Terimalah belasungkawa mendalam kami atas serangan teroris di Ahvaz. Kami terkejut oleh kejahatan ini," tulis Putin kepada Rouhani, menurut teks telegram yang diunggah di situs Kremlin.

"Kami berharap semua orang yang terlibat akan mendapat hukuman setimpal," kata Putin, seperti dikutip dari Iran Front Page, belum lama ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Mohammad Faisal juga "sangat mengutuk serangan teroris terhadap parade militer di Ahvaz."

Kemenlu Suriah turut mengirim pesan kecaman dan belasungkawa kepada Iran, serta mengungkapkan simpati dengan keluarga korban.

Menteri Negara Urusan Timur Tengah Kerajaan Inggris, Alistair Burt, menyampaikan "duka cita mendalam kepada rakyat Iran setelah serangan di Ahvaz."

Duta Besar Inggris untuk Iran, Rob Macaire, mengunggah pesan di akun Twitter yang berisi kecaman terhadap serangan teroris di Iran. Dubes Austria untuk Iran Stefan Scholz, juga "menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dari serangan teroris yang mengerikan di Ahvaz."

Kemenlu Turki menyatakan "duka mendalam" atas "serangan teroris" di Ahvaz.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengirim ucapan belangsungkawa kepada Presiden Rouhani atas dampak dari serangan mematikan tersebut. Kemenlu Oman mengecam keras serangan teroris, dan menekankan bahwa pihaknya menolak semua bentuk terorisme.

Ucapan senada juga disampaikan Norwegia, Lebanon, Prancis, Spanyol, Swiss, Afghanistan, dan Azerbaijan.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close