Internasional

Duterte Salahkan Trump atas Inflasi di Filipina

Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump di KTT ASEAN di Manila, 13 November 2017. (Foto: AFP/NOEL CELIS)

Manila: Presiden Rodrigo Duterte menyalahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai tingkat inflasi di Filipina menyentuh angka tertinggi dalam sembilan tahun terakhir.

Pernyataan ini merupakan sesuatu yang tidak terduga dari Duterte. Meski sering mengkritik AS, Duterte berusaha menjalin hubungan baik dengan Trump yang memenangkan pemilihan umum AS pada 2016.

Saat ditanya awak media mengenai inflasi 6,4 persen di Filipina pada Agustus lalu, Duterte menyalahkan kebijakan ekonomi Trump.

"Siapa yang memulai semua ini? Amerika. Saat Amerika menaikkan suku bunganya (The Fed), semua orang juga ikut menaikkannya. Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan," ucap dia kepada para jurnalis, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu 8 September 2018.

Setelah menyalahkan Amerika, Duterte kemudian mengklarifikasi bahwa dirinya tidak marah kepada Trump yang dinilainya sama-sama menerapkan kebijakan populis.

"Nanti saya akan berbicara dengan teman saya, Trump," ungkap Duterte. "Saya tidak punya masalah apa-apa dengan masyarakat AS, sama sekali tidak."

Duterte, yang sebelumnya pernah mengaku tidak terlalu menguasai isu ekonomi, tidak menjelaskan secara detail bagaimana kebijakan ekonomi AS dapat berpengaruh terhadap inflasi di Filipina.

Menjadi presiden sejak pertengahan 2016, Duterte telah dikritik sejumlah pejabat AS atas perang melawan narkotika di Filipina.

Sejumlah grup hak asasi manusia mengecam keras perang tersebut, dan memperkirakan angka kematian dari kebijakan Duterte itu melebihi 4.000 orang. 

Namun Trump mencoba menurunkan kekhawatiran mengenai perang narkoba di Filipina, dan mengatakan dirinya menjalin "hubungan luar biasa" dengan Duterte.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close