Effendi Gazali: 80 Persen Benih Lobster Selundupan di Vietnam dari Indonesia

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pakar komunikasi politik Effendi Gazali mengatakan jika 80 persen benih lobster yang dibudidayakan di Vietnam asalnya dari Indonesia. Setidaknya, untuk menutupi kebutuhan 20 ribu benur atau benih lobster mutiara dan 500 ribu bibit lobster pasir setiap harinya, mereka membelinya dari salah pengepul kelas kakap yang mendapatkan barang ini dari wargaIndonesia.

“Pertanyaan terbesarnya. Darimanakah asalnya bibit-bibit lobster atau benur ini. ternyata 80 persen datangnya dari Indonesia. Mungkin 20 persen lagi datangnya dari Filipina, Afrika atau Srilanka walaupun tidak sepanjang tahun, karena hanya bulan-bulan tertentu saja,” jelas Effendi seperti dikutip indopolitika.com, lewat youtube channel yang diunggah Budi Nugroho.

Bacaan Lainnya

Dikatakan Effendi, pembeli lobster selundupan di Vietnam tersebut juga tidak salah, karena mereka membelinya di Singapura. Lebih mengejutkan lagi, ada setidaknya 10 pedagang yang siap menyuplai benur itu kepada mereka.

“Coba anda bayangkan. Setiap hari butuhnya 20 ribu benur atau benih lobster mutiara dan 500 ribu bibit lobster pasir. Harganya berkisar antara Rp 32 ribu hingga Rp 140 ribu. Kabar baiknya, dalam sebulan (November) ini, hanya 10 persen benih lobster selundupan dari Indonesia,” tegasnya.

Terkait permasalahan ini, Effendi lantas mengatakan ada beberapa jalan keluar. Pertama, mengajak mereka kerjasama dengan cara alih tekhnologi. Artinya, alat budidaya benih lobster yang dikembangkan petambang Vietnam bisa dikembangkan juga di Indonesia. “Mungkin dengan sistem begitu, 50:50 ada benih lobster yang dikirimkan secara resmi, dan kemudian bisa juga dikembangkan di Indonesia dan sisanya bisa distok ulang. Semua data ini valid. Karena menarik sekali, kami diterima langsung oleh sebut saja namanya (Aceh) pembeli terbesar benih – benih selundupan lobster asal Indonesia yang dibawa ke Singapura dan dibeli pembeli di Singapura,” jelasnya.

Diakhir videonya, dia menyampaikan harapanya kepada Presiden Jokowi, Menko Maritim dan Investasi dan Menteri KKP Edhy Prabowo untuk sama-sama mempelajari dan mengatasi masalah penyelundupan benih lobster ini. Apakah Indonesia cukup yakin dengan tingkat keberhasilan hidup benih lobster yang hanya 1 persen di alam, padahal kalau dibudidaya di Vietnam bisa 70 persen.

“Lalu sebagian betul-betul misalnya kita kembangkan bersama, kita ekspor resmi ke Vietnam  dan lainya kita budidaya di Indonesia dan re-stoking pasti akan mendatangkan devisa dan keuntungan untuk nelayan kita,” tuntasnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *