Ekonomi Bali Melambat Minus 1,14 Persen, Terparah se-Indonesia

  • Whatsapp
Suasana pantai Bali yang sepi sejak pandemi Covid-19. Foto:nusabali.com

INDOPOLITIKA.COM- Sejak pembatasan berbagai kegiatan akibat wabah virus corona baik skala nasional dan internasional, telah memukul sektor industri kreatif dan pariwisata di Bali. Kegiatan di bidang MICE (meeting, incentive, convention dan exhibition) menurun drastis membuat pelambatan ekonomi di Bali hingga minus 1,14 persen.

“Pelambatan ekonomi Bali sebesar -1,14 persen termasuk yang paling dalam di Indonesia, bersama dengan Yogyakarta,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho saat membuat acara survey bicara (Surya) Desimenasi Hasil Survei Bank Indonesia (B)) secara virtual di Denpasar, Bali Selasa, (19/5/2020).

Berita Lainnya

Menurut Trisno, pelambatan ekonomi Bali pada triwulan I tahun 2020 menjadi yang terdalam dampaknya karena daerah ini mengandalkan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi. Sejak pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan merosot tajam, berbagai kegiatan MICE yang sudah dijadwalkan tahun ini juga dibatalkan.

“Padahal wisata MICE selama ini menjadi sumber pendapatan terbesar Bali karena pengeluaran kegiatan MICE bisa tujuh kali lipat dari pengeluaran wisatawan individual,” tambah Trisno.

Demikian juga dengan jumlah wisatawan mancanegara yang melancong ke Bali. Menurut Trisno, jika pada Januari mencapai 500 ribu turis, sejak ada wabah tinggal 165 ribu hingga Maret 2020.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Rizki Ernandi Winanda mengatakan, selama ini kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi Bali cukup signifikan sekitar 54-58 persen. Namun setelah wabah, jumlah wisatawan ke Bali turun hingga -21,28 persn year on year (YOY), jumlah tersebut semakin dalam hingga April dan Mei setelah ada pembatasan penerbangan domestik dan mancanegara.

“Data menunjukkan dari 1 Januari hingga 5 Mei 2020 jumlah wisatawan manccanegara yang datang ke Bali  turun hingga -44,23 persen dan kunjungan wisatawan domestik turun hingga -35,27 persen,” ungkap Rizki. (rma)

 

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *