Ekonomi Sumsel Tertinggi Di Sumatera, Herman Deru: Konsisten Kita Jaga Ekonomi

INDOPOLITIKA.COM – Sumatera Selatan mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,15 persen (year on year) pada triwulan I-2022. Dibandingkan triwulan IV-2021, ekonomi Sumsel juga tercatat tumbuh 0.03 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Zulkipli, mengatakan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor luar negeri sebesar 14,73 persen. Hal tersebut disebabkan meningkatnya nilai dan volume ekspor pada beberapa komoditas utama, seperti bahan bakar mineral sebesar 51,51 persen, kayu (48,91 persen) dan bubur kayu (14,61 persen).

Bacaan Lainnya

“Pertumbuhan terjadi pada tujuh lapangan usaha, sedangkan kontraksi terjadi pada 10 lapangan usaha. Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,30 persen. Diikuti oleh Jasa Perusahaan yang tumbuh 2,36 persen dan Industri Pengolahan sebesar 1,33 persen,” terang Zulkipli, kemarin.

Konsumsi rumah tangga di Sumsel juga tercatat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar pada triwulan I-2022. Konsumsi rumah tangga tumbuh 6,19 persen dan merupakan komponen pengeluaran yang tumbuh tertinggi setelah ekspor.

“Laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini terpantau terus naik sejak kuartal IV-2022,” ujar Zulkipli.

Menurut dia, terdapat 11 pengeluaran yang menjadi konsumsi rumah tangga masyarakat. Dari subkomponen tersebut, rekreasi dan belanja masyarakat meningkat signifikan.

“Rekreasi dan belanja masyarakat tumbuh hingga 232,98 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Zulkipli.

Kemudian, pengeluaran tertinggi ada pada komponen makanan dan minuman non-alkohol serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya. Pemprov Sumsel pun berkomitmen untuk memanfaatkan masa transisi dari pandemi menuju endemi COVID-19 untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,15 persen di triwulan I-2022, Sumsel konsisten menjaga kondisi ekonomi meskipun dihantam pandemi dalam dua tahun terakhir. Bahkan, pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 3,58 persen merupakan angka tertinggi ketiga di Pulau Sumatera.

“Itu adalah hasil dari upaya yang kami lakukan dalam menghadapi pandemi, mulai dari penanganan kesehatan, bantuan sosial hingga pemulihan ekonomi,” katanya.

Namun, Herman Deru menegaskan, dalam mengejar pertumbuhan ekonomi itu harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kita perlu melakukan beberapa penyesuaian dan memanfaatkan momentum ini dengan baik karena dapat menggerakan roda ekonomi lebih leluasa dan skala lebih besar,” jelasnya.[dbm]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.