Eks Dirut Transjakarta Bakal Dijemput Paksa Polisi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Mantan Direktur Utama (Dirut) PR Transjakarta, Donny Andy Saragih terancam dijemput paksa polisi. Donny telah dua kali mangkir panggilan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

“Iya bisa (dijemput paksa),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2020).

Baca juga:

Hingga kini, kata Yusri, hanya Donny yang belum dimintai keterangan penyidik untuk melengkapi berkas perkara. Rencananya, Donny akan dipanggil lagi usai gelar perkara.

“Kalau nanti hasilnya memenuhi unsur Pasal 372 dan Pasal 378 (KUHP) tentang Penipuan dan Penggelapan, baru naik ke penyidikan. Kemudian kita akan panggil lagi untuk BAP (Berita Acara Pemeriksaan),” ungkap Yusri.

Donny dilaporkan kasus penipuan dan penggelapan oleh Direktur Utama Ekasari Lorena, Gusti Terkelin Soerbakti. Ia dilaporkan dalam kapasitasnya sebagai General Manager di Ekasari Lorena.

“Jadi, ada delapan cek yang nyatanya kosong semua, total sekitar Rp 1,4 miliar. Uang Rp1,4 miliar itu untuk pembayaran denda terkait operasional busway,” ujar Yusri.

Donny dilaporkan bersama dua orang lainnya, yakni Agus Basuki dan Sunani. Laporan itu dibuat Gusti yang diwakili oleh pengacaranya, Artanta Barus pada 18 September 2018.

“Sampai dengan saat ini masih tahap penyelidikan,” kata Yusri.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Riono Budisantoso mengatakan tim eksekutor akan menjemput terpidana Donny Andy S Sargih, jika hari ini dia tidak datang ke kantornya.

“Ya katanya dia mau datang tapi misalnya sampai siang ini nggak muncul-muncul kami datengin,” ujar Riono Budisantoso

Sebelumnya, Donny Andy S Saragih, terpidana kasus penipuan yang sempat empat hari menjabat sebagai Dirut TransJakarta masih bebas berkeliaran. Meskipun pada 15 Agustus 2018, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Donny dan Andi bersalah dan memvonis 1 tahun penjara serta menetapkan agar para terdakwa tetap ditahan dalam tahanan kota.

Kemudian, Jaksa penuntut umum Priyo W kemudian mengajukan permohonan banding. Hasilnya, pada 12 Oktober 2018, Pengadilan Tinggi DKI menerima banding JPU dan menguatkan putusannya serta meminta keduanya tetap berada dalam tahanan.

Tak terima, Donny dan Andi kemudian mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam putusan kasasi nomor 100 K/PID/2019 tertanggal 12 Februari 2019, majelis hakim menolak permohonan kasasi Donny dan Andi. Hakim bahkan menjatuhkan pidana penjara kepada keduanya masing-masing 2 tahun.[ab]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *