Eks Jubir Gusdur: Krisdayanti Effect Bikin Anggota DPR Senewen

  • Whatsapp
Mantan Juru Bicara Gus Dur, Adhie Massardi

INDOPOLITIKA.COM – Pengakuan mengejutkan anggota DPR, Krisdayanti soal gaji dan tunjungan fantastis yang diterima wakil rakyat senayan dipuji warganet. Usai pernyataan itu, Krisdayanti sendiri langsung dipanggil fraksi PDI Perjuangan.

Ia diminta untuk menemui Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Utut Adianto dan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR Bambang Wuryanto.

Berita Lainnya

“Diundang ketua dan sekretaris fraksi untuk diskusi terkait pernyataan yang viral dan dianggap publik menyudutkan DPR,” kata Utut, Kamis, 16 September 2021.

Berita pemanggilan KD oleh F-PDIP tak luput dari pantauan warganet. Menurut mereka, KD tak perlu dipanggil. KD dianggap tidak bersalah membongkar gajinya sebagai wakil rakyat.

“Salahnya di mana? Justru kami berterima kasih atas kejujuran Krisdayanti. Kami akhirnya tau bahwa gaji DPR sebesar itu, belum tunjangan lain-lain yang tidak disebutkan. Gaji sebesar itu masih adaa yang maling duit rakyat hehe,” demikian komentar salah satu netizen.

Mantan juru bicara almarhum Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie Massardi turut memberikan komentarnya. Melalui akun Twitternya, @AdhieMassardi, ia menuliskan KD EFFECT.

“Kepolosan Krisdayanti soal uang yg didapat sbg anggota DPR yg banyak banget itu bikin Senayan wabil khusus bapak2nya pada senewen,” tulisnya.

“Di rumah diinterograsi istri, rekening dibongkar, dan lalu muncul gerakan Follow the Money. Uang yg banyak itu ngalir ke mana saja?,” sambungnya.

Tidak Ada yang Ditutupi

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, pernyataan Krisdayanti yang disampaikan di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored itu tidak bermasalah.

Kata Dasco, soal gaji, tunjangan, dan dana lainnya para anggota Dewan, tidak pernah ditutupi oleh DPR. “Sebenarnya tidak disampaikan di kanal youtube juga kan bisa dilihat di website DPR kan tidak ada yang disembunyikan,” ujar Dasco, Rabu (15/9).

Legislator Gerindra Dapil Tangerang Raya ini meminta agar hal tersebut tidak dipolitisasi. Karena sesungguhnya pendapatan anggota DPR tidak utuh dibawa pulang ke rumah.

“Dan kalo kita jelaskan begitu adanya, jangan dipolitisasi, seolah-olah anggota DPR itu pendapatannya yang dibawa pulang ke rumah segitu, kan tidak segitu,” papar Dasco.

Dasco kemudian menjelaskan, apa yang dijelaskan Krisdayanti bukanlah soal pendapatan, yang artinya jumlah uang dibawa pulang ke rumah.

“Sementara page homepage kita dan ini kan sudah ada di website DPR kita, bukan hal yang ditutupin bahwa berapa gaji, berapa tunjangan, lalu kemudian yang lain-lain itu untuk kegiatan-kegiatan di dapil mengenai reses, kunjungan dapil. Malah kadang-kadang seperti Covid-19, kebanyakan anggota DPR harus menutupi dari sumber lain karena banyaknya konstituen seperti alat kesehatan dan sembako,” demikian Dasco. [asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *