Eks Sekretaris MA Nurhadi Tak Ajukan Nota Keberatan Atas Dakwaan Jaksa

  • Whatsapp
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi

INDOPOLITIKA.COM –  Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi, mengaku tidak akan menyampaikan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum. Dia menyatakan mengerti dakwaan yang disampaikan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadapnya.

Jaksa KPK mendakwa mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, menerima suap dan gratifikasi. Keduanya didakwa menerima gratifikasi sekira Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

Selain itu, Nurhadi bersama-sama menantunya Rezky Herbiyono dikatakan menerima suap Rp45.726.955.00 dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto.

“Sudah jelas saya mengerti yang disampaikan dakwaan kesatu pertama dan dakwaan kedua. Jelas dan sekaligus yang mulia, saya sampaikan saya tidak menyampaikan eksepsi, saya mohon keadilan yang seadil-adilnya. Semua tidak benar akan saya buktikan,” kata Nurhadi seusai sidang, Kamis, (22/10/2020).

Berita Lainnya

Kedua tersangka dikenakan dengan Pasal 12 huruf a atau kedua Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Mereka pun didakwa dengan Pasal 12 B UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Selama proses penyidikan, terhadap keduanya telah diperiksa sebanyak 167 saksi oleh penyidik KPK. Selain Nurhadi dan Rezky Herbiyono, KPK juga telah menetapkan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) sebagai tersangka. [ind]

 

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *