Internasional

Ekuador Buka Koridor Kemanusiaan untuk Pengungsi Venezuela

Para pengungsi Venezuela berada di Tumbes, Peru, yang berbatasan dengan Ekuador, 24 Agustus 2018. (Foto: AFP/CRIS BOURONCLE)

Quito: Ekuador membuka "koridor kemanusiaan" dan mencabut larangan masuk bagi pengungsi Venezuela yang melarikan diri dari krisis ekonomi dan politik di negara mereka, Jumat 24 Agustus 2018.

Pencabutan larangan masuk dilakukan beberapa jam sebelum Peru memperketat pengawasan di wilayah perbatasan. Para pengungsi Venezuela sempat berbondong-bondong menuju Peru ketika tidak dapat masuk ke Ekuador.

Seperti dilansir dari AFP, Menteri Dalam Negeri Ekuador Mauro Toscanini mengatakan saat ini ada 35 bus berisi imigran Venezuela yang bergerak menuju Peru.

"Kami akan terus melakukan ini selama mungkin," kata Toscanini, yang negaranya dilewati puluhan ribu warga Venezuela yang ingin menemui keluarga mereka atau bekerja di Peru, Chile dan negara lainnya.

Baca: Ekuador Perketat Akses Masuk bagi Pengungsi Venezuela

Peru adalah satu dari sejumlah negara di kawasan yang pertumbuhan ekonominya tercepat, dengan proyeksi kenaikan 4,7 persen tahun depan.

Warga Venezuela yang melintasi perbatasan Peru setelah lewat Jumat tengah malam harus bisa menunjukkan paspor. Sebelum itu, imigran hanya perlu memperlihatkan kartu tanda penduduk.

Pengungsi Venezuela tidak perlu lagi menunjukkan paspor untuk memasuki Ekuador dari Kolombia.

Aturan paspor dari Peru berpotensi membuka puluhan ribu warga Venezuela telantar di Ekuador dan Kolombia, dua negara yang sudah menampung banyak imigran dari negara pimpinan Presiden Nicolas Maduro itu.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres berencana membentuk tim khusus untuk memastikan respons terkoordinasi terhadap krisis imigran Venezuela.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close