Pilkada

Elektabilitas Padil Karsoma-Acep Maman Merangkak Naik, Pengamat: Pasangan Ini Punya Pesona Lebih

Purwakarta – Calon Bupati Padil Karsoma kembali mendapat perhatian luas dari banyak kalangan setelah munculnya rilis survei Lembaga Studi Pemilu dan Politik (LSPP) dimana elektabilitas Padil Karsoma – Acep Maman meroket sampai 19,96 persen, hanya selisih 7,26 persen dari pasangan yang dipersepsikan sangat kuat yakni pasangan Anne – Aming yang mendapat elektabilitas sebesar 27,22 persen.

Direktur riset LSPP Sendy Sutikno menjelaskan, temuan survei yang paling penting adalah masih tingginya pemilih yang belum memutuskan atau undecided voters. Angkanya mencapai 46,38 persen. Ini menunjukan kampanye masing-masing paslon belum begitu berdampak terhadap preferensi pemilih. “Temuan ini bisa jadi tamparan halus bagi kubu petahana, dalam hal ini istri bupati, bahwa pemilih di Purwakarta tidak serta merta setuju kepemimpinan suami dilanjutkan istri,” jelasnya kepada wartawan saat rilis survei di Bandung.

Menanggapi hasil riset tersebut, Deni Shiddiq dari tim relawan Padil Karsoma menyambut dengan baik, namun ia menyayangkan elektabilitas Padil – Acep yang berada dibawah Anne – Aming. Menurutnya, secara logika seharusnya pasangan yang didukungnya menang karena potensi pribadi keduanya yang capable.

“Pak Padil Karsoma itu birokrat berpengalaman. Ia adalah Sekda Purwakarta yang mengajukan pensiun dini demi memperbaiki Purwakarta ini. Pak Acep juga politisi yang baik dan punya pengalaman legislasi yang teruji. Jadi memang idealnya pasangan nomor urut satu ini elektabilitasnya tinggi,” ujarnya.

Sementara pengamat politik Rachmayanti Kusumaningtyas menyamapaikan, wajar jika Padil – Acep merangkak naik elektabilitasnya bahkan bukan tidak mungkin dalam waktu singkat akan menyusul Anne – Aming. Itu karena pasangan ini punya pesona lebih. Pesona itu adalah sikap perlawanan yang ditunjukkan dan dijalankan sekarang ini. Siapa yang menduga Padil Karsoma akan melawan keluarga Bupati. Siapapun tahu hubungan Padil dan Dedi Mulyadi.

“Kini mereka head to head, itu menarik. Itu pesona tersendiri. Mustahil kalau Padil jadi boneka Dedi Mulyadi, hanya korban waktu, uang, harga diri dan nama baik. Jadi saya kira tidak sulit bagi Padil mengalahkan Anne sepanjang pilkadanya berkangsung fair. ASN netral, penyelenggara jujur,” pungkasnya. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Close
Close