Elektabilitas Partai dan AHY Melejit ke Posisi 2, Demokrat: Berkoalisi dengan Rakyat Tepat

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Berdasarkan hasil survei terbaru Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) yang dirilis pada Jumat (3/9/2021), elektabilitas Partai Demokrat dan Ketua Umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masing-masing melejit ke posisi dua.

Elektabilitas Partai Demokrat berada di angka 18,75%, hanya kalah dari PDIP yang meraih 24,58%. Sementara elektabilitas AHY berada angka 16,83 dan hanya kalah dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang meraih 16,92%.

Berita Lainnya

Menanggapi hasil survei tersebut, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengaku bersyukur dengan kenaikan signifikan yang didapat partai dan ketumnya itu.

“Kami juga mensyukuri dari hasil tersebut terpotret trend kenaikan yang signifikan pada elektabilitas Mas Ketum AHY yang berbanding lurus dengan kenaikan elektabilitas Partai Demokrat,” kata Kamhar dalam keterangannya, Sabtu (4/9/2021).

Menurutnya, kenaikan elektabilitas ini menegaskan jalan yang ditempuh Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY sudah tepat.

“Ini menjadi tanda dan penegas bahwa Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Mas Ketum AHY on the right track dalam mengimplementasikan grand strategy, kebijakan partai dan kerja-kerja nyata membantu meringankan beban rakyat yang terdampak pandemi dan krisis ekonomi,” ujarnya.

Hal ini juga menaikan kepercayaan diri partai Demokrat dan segenap kader bahwa menjadi oposisi merupakan jalan yang tepat.

“Masuknya Partai Demokrat dan Mas Ketum AHY pada 3 besar dari hasil survei tersebut tentu semakin menambah percaya diri dan optimisme Partai Demokrat dan segenap kader bahwa pilihan berkoalisi dengan rakyat dalam bentuk wujud menjadi oposisi sudah tepat,” katanya.

Demokrat, kata Kamhar, memperjuangkan aspirasi yang mewakili suara rakyat. Seperti penolakan terhadap amandemen UUD 1945 untuk menambah masa jabatan presiden dan DPR sampai 2027.

“Ini tegas dan jelas sebesar 66,5% rakyat menolak wacana presiden 3 periode, hanya 30,92% yang menerima. Sementara untuk penambahan masa jabatan hingga 2027 penolakan rakyat lebih besar lagi mencapai 68,5%, hanya 28% yang menerima,” kata Kamhar.

Selain itu, kenaikan elektabilitas Demokrat dan AHY diyakini karena faktor kekuatan internal merespon dinamika eksternal dan efektifitas kepemimpinan AHY.

“Naiknya elektabilitas Partai Demokrat dan Mas Ketum AHY digerakan faktor kekuatan internal dalam merespon dinamika eksternal dan efektifitas kepemimpinan Mas Ketum AHY,” tutup Kamhar.[fed]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *