sosial

Emak-emak Bakal Ngadat Masak Kalau Elpiji Telat di Pasarkan    

Imbas Penerapan Larangan Kawasan Ganjil Genap
  • Whatsapp
ilustrasi pangkalan gas Elpiji/NET

INDOPOLITIKA Penerapan kawasan ganjil genap oleh Pemprov DKI Jakarta bakal berimbas terhadap penyaluran tabung gas Elpiji 3 kg, yang umumnya paling banyak dicari ibu rumah tangga. Jika saja gas melon langka di pasaran, bisa jadi para emak di Jakarta “ngadat” masak nantinya.

Perwakilan pengusaha Gas Elpiji KG Jakarta Barat, Udin mengatakan, setiap hari truk gas Elpiji mengambil dan menyebarnya ke beberapa pangkalan (penjual) gas di Jakarta Barat. “Gas elpiji 3 kg ini kebutuhan masyarakat setiap hari dan harus di antar setiap hari juga oleh kami ke pangkalan, dalam artian penyalur resmi, ” ujarnya, Sabtu (7/9).

Baca Juga:

Udin mengaku, para pengusaha ini melalui PT. Pertamina sudah melakukan diskusi dengan Dinas Perhubungan. Namun, jawaban dari Dinas Perhubungan justru meminta kepada para agen untuk mengganti plat truknya berwarna hitam menjadi kuning.

“Proses perubahan ke Plat kuning, tidak semudah membalikan telapak tangan. Distribusi Elpiji bersifat harian dan tidak bisa berhenti penyaluran tiap hari. Ribuan truk elpiji akan mandeg bila tidak diberikan dispensasi. Siapa mau tanggung jawab bila terjadi kelangkaan elpiji di masyarakat,” ucap dia.

Senada dengan Udin, Ria berharap Gubernur bisa segera selesaikan agar tidak terjadi kegaduhan karena gas elpiji menjadi langka akibat dari keterlambatan pengiriman yang disebabkan oleh sistem ganjil genap.

“Jika elpiji habis dan belum tersedia di pangkalan ini disebabkan oleh keterlambatan pengiriman agen. Karena itu tadi efek dari ganjil genap, maka ini bisa menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Kegiatan masak mandeg yg berbuntut membuat resah masyarakat Jakarta. Gubernur harus perhatikan potensi masalah ini dan mencari solusi,” akunya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *