Emak-emak Diduga Mau Ledakin Gedung MPR Saat Pelantikan Presiden

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap enam orang yang diduga berupaya menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Ma’ruf Amin pada Minggu, (20/10).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan enam orang itu yakni SH, E, FAB, RH, HRS dan PSM tergabung dalam satu grup Whatsapp untuk menyusun rencana menggagalkan pelantikan itu menggunakan peledak.

Baca Juga:

“Tersangka SH yang berperan membuat grup itu,” ujarnya saat konferensi pers di kantornya pada Senin, (21/10).

Argo mengatakan, kelompok ini menggunakan peledak berbentuk bola karet yang dilontarkan dengan ketapel. Rencananya, peledak itu akan dilempar ke gedung DPR-MPR RI, lokasi pelantikan Jokowi-Maruf Amin.” Akan digunakan untuk menyerang aparat,” kata Argo.

Selain berperan membuat grup Whatsapp, Argo berujar bahwa tersangka SH juga mencari dana untuk membeli perlengkapan peledak. Sedangkan tersangka E yang merupakan ibu rumah tangga itu disebut berperan membiayai dan membuat peluru ketapel. “Dia juga menyediakan tempat pembuatan peluru ketapel,” kata Argo.

Argo melanjutkan, tersangka FAB memberikan uang Rp 1,6 juta kepada SH untuk biaya pembuatan peledak. Dia juga membantu membuat peluru ketapel itu. Sementara RH merupakan orang yang membuat ketapel dari kayu. Ketapel itu dijual Rp 8 ribu per unit kepada SH.  “Dia sudah menjual 22 ketapel,” kata Argo.

Berikutnya, tersangka HRS juga memberikan dana sebesar Rp 400 ribu kepada HS. Terakhir, tersangka PSM mendapat perintah dari SH membeli ketapel besi secara online, membeli karet pembuatan peluru dan plastik ekspolsif sebagai bahan peledak.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *