Internasional

Emir Qatar Berikan Jet Seharga Rp7,4 Triliun ke Turki

Pesawat Boeing 747-8i, merupakan pesawat pribadi terbesar. (Foto: BBC/Getty).

Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan telah diberikan jet senilai sekitar USD500 juta atau sekitar Rp7,4 triliun oleh Emir Qatar.
 
Erdogan mengatakan Sheikh Tamim Al Thani telah menyumbangkan pesawat jet jenis Boeing 747-8i ke negaranya setelah mendengar bahwa Turki tertarik untuk membelinya.
 
Anggota parlemen oposisi menyatakan keprihatinan bahwa presiden menggunakan uang pembayar pajak untuk membeli jet saat negara itu berjuang mencegah krisis keuangan.
 
Turki mendukung Qatar dalam setahun penuh pertikaiannya lawan negara-negara Arab lainnya.
 
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain memutuskan semua hubungan diplomatik dan perdagangan dengan negara kecil kaya gas itu atas hubungannya yang dekat dengan Iran. Serta dugaan dukungannya bagi para teroris — tuduhan yang dibantah Qatar.
 
Turki mengirim makanan melalui laut dan udara demi mencegah kekurangan di swalayan Qatar sesudah perbatasan daratnya ditutup dan kapal yang melayani kiriman dilarang merapat di banyak pelabuhan.
 
Boeing 747-8i dideskripsikan oleh situs web The Drive sebagai "jet pribadi terbesar dan termahal di dunia" ketika dijual bulan lalu.
 
Pesawat itu dilaporkan hanya dikirim ke Qatar pada 2015, setelah diperlengkap untuk mampu mengangkut 76 penumpang, bukan 400 seperti biasa. Di atas pesawat ada kabin, ruang duduk, ruang rapat, deretan kursi kelas satu, dan bahkan rumah sakit.
 
Setelah jet mendarat di Turki pekan lalu, seorang anggota parlemen oposisi mengajukan pertanyaan parlementer meminta Wakil Presiden Fuat Oktay mengungkapkan apakah jet itu telah dibeli oleh negara.
 
Berbicara kepada wartawan yang terbang bersamanya dari Azerbaijan ke Turki pada akhir pekan, Erdogan mengatakan bahwa Emir Qatar memberikan pesawat itu sebagai hadiah setelah mengetahui bahwa pemerintah Turki telah menyatakan minat membelinya.
 
"Dia mengatakan: 'Saya tidak akan mengambil uang dari Turki. Saya memberikan ini sebagai hadiah untuk Turki'," kata Presiden Erdogan mengutip ucapan Sheikh Hamad, seperti disitat dari BBC, Selasa 18 September 2018.
 
Erdogan berkata kepada wartawan bahwa pesawat itu dicat ulang, seraya menambahkan: "Insya Allah, kita dapat melakukan perjalanan dengan jet itu ketika semua sudah siap."
 
Bulan lalu, Emir Qatar menyetujui paket bantuan ekonomi, investasi, dan deposito senilai USD15 miliar guna mendukung ekonomi dan mata uang Turki.
 
Lira Turki telah kehilangan hampir 40 persen nilainya terhadap dolar tahun ini, didorong oleh kekhawatiran atas pengaruh Erdogan pada kebijakan moneter dan perselisihan diplomatik dengan Amerika Serikat.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close