Emosi Penjual Cilor Ibunda Dihina! Pelajar di Bandung Diania hingga Tewas, Jasadnya Dibuang di Semak-semak  

Penjual cilor Parid Harja pelaku pembunuhan terhadap seorang remaja di Pameungpeuk, Kabupaten Bandung digiring petugas Polresta Bandung di Mapolresta Bandung, Senin (22/1/2024).

INDOPOLITIKA.COM – Emosi penjual Cilor, Parid Harja tak tertahan kala orang terdekatnya dijelekin atau dihina orang lain. Terlebih lagi, yang dihina tersebut adalah ibu yang sudah melahirkanya.  

Diduga karena sakit hati itulah, Parid Harja (26) tersulut emosinya dan menganiaya pelangganya seorang pelajar bernama Rizky Riadi (17) hingga tewas. 

Oleh pelaku, jasad korban lantas dibuang di semak-semak. Korban ditemukan di sodetan Sungai Cisangkuy, Desa Bojongkunci, Kabupaten Bandung. 

Namun tidak butuh waktu lama bagi polisi mengungkap kasus tersebut. Satreskrim Polresta Bandung bersama unit Reskrim Polsek Pameungpeuk berhasil menangkap Parid Harja. 

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan pada Sabtu (20/1/2024) sore oleh mayarakat setempat.

Mereka mencium bau menyengat di sodetan Sungai Cisangkuy hingga akhirnya menemukan jasad korban sudah membusuk dan dilaporkan ke Polsek Pameungpeuk. 

“Jenazah sudah tujuh hari dilihat dari historical riwayat dokter setelah mengetahui identitas korban dilakukan penyelidikan dan bisa terungkap. Tanggal 21 pukul 03.00 pagi sehingga tidak sampai 12 jam pelaku ditangkap dan didalami motifnya,” ucap dia di Mapolresta Bandung, Senin (22/1/2024). 

Hasil pemeriksaan, lanjut dia, motif tersangka menganiaya korban hingga tewas karena sakit hati oleh omongannya terhadap ibu pelaku. Tersangka emosi dan mencekik leher korban hingga tewas dan melakukan pemukulan. 

“Motifnya tersangka sakit hati atas perkataan korban ketika korban mengatakan kata-kata tidak senonoh kepada ibu tersangka maka tersangka emosi dan melakukan pencekikan ke korban,” kata dia. 

Ia mengatakan handphone milik korban dijual tersangka sehingga penadahnya ditangkap. Kusworo mengatakan pelaku dijerat pasal 338 tentang pembunuhan dan 365 tentang pencurian dengan kekerasan KUHPidana. Serta pasal 80 ayat 3 tentang perlindungan anak. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *