Empat Oknum Polisi Culik WNA Inggris, Polri: Bila Terbukti Bersalah Harus Dihukum Keras

  • Whatsapp
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Muhammad Iqbal

INDOPOLITIKA.COM – Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Muhammad Iqbal mengatakan empat oknum polisi yang terlibat kasus penculikan serta pemerasan warga negara Inggris hingga kini masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Bila terbukti bersalah, polri akan memberikan penegakan hukum yang lebih keras.

“Prinsipnya, kalau terbukti, pasti ada penegakan hukum, apalagi anggota polisi,” kata Iqbal, di Mabes Polri, Selasa (5/11). 

Baca Juga:

Menurut Iqbal, perbuatan empat oknum polisi itu melenceng dari tugas polisi. Sebab, polisi bertugas sebagai pelindung, peneggak hukum, dan pengayom masyarakat. 

“Kalau dia (oknum polisi-red) malah mencederai profesinya penegak hukum. Penjamin keamanan malah jadi pelanggar hukum dan pelaku tindak pidana atau membantu terjadinya suatu hukum pidana harus dihukum keras,” imbuh Iqbal.

Terpisah, Kepala Divisi Porfesi dan Pengamanan Polri, Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, keempat oknum polisi itu terancam dikenai sanksi pemecatan dari Korps Bayangkara. 

“Jika terbukti terlibat maka sanksinya akan dilakukan pemberhentian secara tidak hormat,” kata Listyo, saat dihubungi, Selasa (5/11).

Seperti diberitakan, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, penangkapan itu dilakukan berdasarkan laporan seseorang bernama Vitri Lugvuanty yang tak lain adalah rekan korban. Laporan tersebut teregister dalam nomor laporan LP/7002/X/2019/PMJ/Dit. Reskrimum, tanggal 31 Oktober 2019. 

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, jelas Argo, diketahui, awalnya korban meminta izin pada Vitri untuk menemui seseorang dengan alasan pekerjaan.

Keesokan harinya, sekitar pukul 02.00 WIB korban mengabarkan Vitri kalau ia dalam perjalanan pulang. Hanya saja, ia tak kunjung tiba di rumah. Tak lama, korban dikabarkan diculik oleh enam orang dan empat di antaranya merupakan anggota Polri. Para penculik meminta uang tebusan sebesar US$1 juta.

Hingga saat ini, keenam orang yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya guna mengungkap peran masing-masing dalam kasus penculikan itu.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 328 KUHP dan atau Pasal 333 KUHP dan atau Pasal 368 KUHP tentang Tindak Pidana Penculikan dan atau Merampas Kemerdekaan Seseorang dan atau Pemerasan.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *