Empat Orang Tewas, Airin Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat Banjir di Tangsel

  • Whatsapp
Anak-anak di Graha Raya Bintaro, Kota Tangsel menunggu banjir surut dengan bercanda ria.

INDOPOLITIKA.COM – Bencana banjir yang terjadi Rabu, (1/1/2020) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 119 titik lokasi terendam dan sekitar 2.500 orang warga terdampak banjir terpaksa harus mengungsi. Bahkan empat orang meninggal akibat bencana alam ini. karenanya, Airin memberlakukan masa tanggap darurat banjir selama 14 hari kedepan.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, berdasarkan data yang didapatkan dari petugas di lapangan, sejauh ini sudah ada empat korban meninggal dengan berbagai penyebab. “Yang meninggal dunia ada empat orang,” ungkap Wakil Walikota, Benyamin Davnie ditemui wartawan di Puspemkot Tangsel, (Jum’at, 3/1/2020).

Baca juga:

Ia memapatkan, identitas  keempat korban banjir yang meninggal yakni, Sutrisno bin Sumaryo (14), warga Jalan Kavling Rawa Bunga RT 05/002, Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, tenggelam.

Arfan bin Samid (70) warga Jalan Puskesmas RT004/011, Kelurahan/Kecamatan Pondok Aren meninggal dunia akibat kelelahan. Korban jiwa ketiga atas nama Kasiem binti Ramlan (60) warga (kepleset) Jalan Panti Asuhan Kampung Ceger RT 02/02, Jurangmangu Timur, meninggal dunia setelah jatuh terpeleset.

Terakhir adalah Teguh Taufik (37), warga Jalan Gelatik 12, Ciputat Baru, meninggal dunia akibat kesetrum. “Korban kesetrum pas buka kulkas mau cari makanan,” ujar Andi Anoy, relawan dari OKP Ganespa.

Ia terangkan, Taufik tidak menyadari bahaya mengintai dari kulkas yang sudah terendam air banjir. “Orangtua korban lagi di lantai atas. Ditemuin sudah terkapar mengambang di dalam rumahnya,” tambahnya.

Masa Tanggap Darurat Banjir

Benyamin juga mengatakan, Pemkot Tangsel memberlakukan masa tanggap darurat banjir selama 14 hari kedepan. “Walikota (Airin Rachmi Diany) sudah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari,” katanya.

Ia jelaskan, masa tanggap darurat bencana banjir akan berakhir sampai 14 Januari mendatang. Surat pernyataan ketetapan ini akan disampaikan kepada Gubernur Banten Wahidin Halim untuk berikutnya ditindaklanjuti.

Selama 14 hari masa tanggap darurat fokus melayani warga korban banjir. Organisasi perangkat daerah di Kota Tangsel telah mendirikan posko kesehatan dan dapur umum.

“Yang paling utama pertama adalah masyarakat, manusianya dulu. Warga Tangsel-nya dulu diselamatkan, diselamatkan itu kalau yang sakit diobati, yang lapar dikasih makan, yang masih butuh tempat berteduh pengungsian ya dicari yang lebih baik lagi,” tuntasnya.{asa}

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *