Enam Orang Tewas dalam Serangan Pemberontak di DR Kongo

  • Whatsapp
Pasukan keamanan dari misi PBB berpatroli di Munzambayi, DR Kongo, 15 Januari 2018. (Foto: AFP/ALAIN WANDIMOYI)

Mayi-Moya: Enam warga sipil tewas dalam serangan pemberontak Pasukan Sekutu Demokratik Uganda (ADF) di Republik Demokratik Kongo. Demikian disampaikan beberapa sumber warga sipil dan militer, seperti dinukil dari New Vision, Senin 13 Agustus 2018.
 
Pada Jumat malam, ADF memasuki kota Mayi-Moya dan "membunuh enam warga sipil serta mencederai beberapa lainnya," kata Donat Kibwana, seorang administrator di wilayah Beni, kepada kantor berita AFP.
 
"Pemberontak itu menghindari posisi tentara dalam serangan mendadak tersebut," kata juru bicara militer Mak Hazukay. Ia menyebut enam korban tewas dengan cara ditikam.
 
Warga Mayi-Moya, yang khawatir akan terjadi lebih banyak serangan, telah mulai meninggalkan kota tersebut untuk mencari lokasi yang lebih aman.
 
ADF merupakan milisi yang diciptakan sejumlah grup pemberontak untuk menentang Presiden Uganda Yoweri Museveni yang juga beroperasi di DR Kongo.
 
Pemberontak sudah ada di timur DR Kongo sejak 1995. pemerintah Kongo dan Misi PBB di DR Kongo (MONUSCO) menuduh ADF bertanggung jawab atas serangkaian pembantaian terhadap ratusan warga sipil sejak 2014.
 
Namun pada 2015, Kelompok Studi Universitas New York di Kongo mengatakan tidak hanya ADF yang ada di belakang serangkaian pembunuhan, namun juga beberapa elemen bersenjata lain, termasuk dari sejumlah personel militer pemerintah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *