Angkat 12 Wamen Masuk Dalam Kabinet, PKS Sebut Terlihat Sekali Jokowi Bagi-bagi Kursinya

  • Whatsapp
Ketua Bidang Politik DPP PKS Pipin Sopian

INDOPOLITIKA.COM – Pengangkatan 12 orang Wakil Menteri Kabinet Jokowi Periode Kedua dikritik PKS. Ketua Bidang Politik DPP PKS Pipin Sopian menyatakan, pengangkatan wakil menteri oleh Jokowi memberi citra terjadinya pembagian kekuasaan. Jokowi dianggap sedang mengakomodasi kelompok-kelompok penyokongnya pada Pilpres lalu.

“Kami melihat pak Jokowi ini sudah terjebak pada bagi-bagi kue kekuasaan. Mereka yang sebagai tim sukses, partai penyokong yang tidak lolos ke Senayan juga, ormas pendukung,” katanya kepada Indopolitika.com (25/10).

Baca Juga:

Pipin mengatakan, pengangkatan wamen berpotensi membebani APBN dan ada potensi inefisiensi pada APBN untuk menambal ongkos birokrasi. Kata dia, Anggaran yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat terbagi untuk biaya wamen.

“Point pentingnya bagi kami adalah selama proses seleksi ini, Jokowi tidak melihat adanya rangkap jabatan, lalu juga tidak melibatkan KPK seperti pada 2014,” katanya.

lanjut Pipin, masyarakat tidak bisa melihat rekam jejak para menteri dan wamen. Padahal, boleh jadi KPK memiliki rekam jejak pejabat yang ditunjuk Jokowi dengan kasus-kasus korupsi.

“Kita belum mengetahui persis seberapa besar potensi korupsi di setiap pejabat yang ditunjuk Jokowi,” katanya.

Pengakomodiran itu terlihat dari diangkatnya Ketua Relawan Projo Budi Arie menjadi wamen yang sebelumnya narik dukungan lantaran kecewa dengan Jokowi. PPP dan Kelompok NU protes keras atas posisi Menteri Agama yang tidak berlatar NU. Kemudian Hari ini, Ketua Relawan Projo Budi Arie dan perwakilan NU yang juga politisi PPP Zainut Tauhid masuk dalam jajaran wamen dan akan dilantik siang ini.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *