Internasional

Ethiopia Tahan 1.200 Orang usai Bentrokan Mematikan

Demonstrasi menyambut kedatangan pemimpin OLF di Addis Ababa, Ethiopia. (Foto: AFP)

Addis Ababa: Ethiopia telah menahan 1.200 orang atas gelombang kekerasan terkait politik yang mulai terjadi sejak dua pekan lalu.

Ini merupakan penangkapan massal pertama sejak Perdana Menteri Abiy Ahmed berkuasa pada April.

Sedikitnya 28 orang tewas dalam bentrokan di dekat ibu kota, Addis Ababa, pada 15 September. Bentrokan pecah menyusul kembalinya sejumlah mantan pemimpin kelompok pemberontak, Orzo Liberation Front (OLF).

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International menyerukan pemerintah Ethiopia untuk membebaskan para tahanan.

Reporter kantor berita BBC Habtamu Tibebu dari Addis Ababa melaporkan, Selasa 25 September 2018, mereka yang ditangkap dikirim ke kamp militer Tolay untuk mendapat "pelatihan rehabilitasi."

Baca: PM Mengundurkan Diri, Ethiopia Deklarasikan Status Darurat

Bentrokan terbaru di Ethiopia dipicu peristiwa pada 13 September, ketika pendukung OLF mengibarkan bendera di beberapa bagian ibu kota. Langkah itu ditafsirkan beberapa warga sebagai upaya OLF untuk menguasai Addis Ababa.

Bentrokan antar OLF dan kubu penentang pun pecah, yang memicu penutupan beberapa bagian pusat komersial Addis Ababa. Kekerasan meningkat dua hari kemudian, dan menyebabkan 28 orang tewas.

Sebagian besar dari mereka tewas akibat dipukul tongkat dan dilempar dalam bentrokan.

Februari lalu, Ethiopia mendeklarasikan status darurat negara setelah PM Hailemariam Desalegn mengundurkan diri.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close